Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkap penyebab ribuan kontainer menumpuk di Pelabuhan Tanjung Priok. Hal ini ia sampaikan usai meninjau langsung Pelabuhan Peti Kemas Tanjung Priok pada Sabtu (6/6/2026).
Purbaya menjelaskan, salah satu penyebabnya adalah lonjakan volume barang impor yang masuk dalam beberapa waktu terakhir. Akibatnya, kata ia, proses pelayanan dan pengeluaran barang menjadi lebih lambat sehingga kontainer menumpuk di kawasan pelabuhan.
Selain lonjakan impor, Purbaya juga menemukan adanya barang yang telah menyelesaikan proses administrasi namun tidak segera diambil oleh pemiliknya. Ia bilang, sebagian importir membiarkan barang tetap berada di pelabuhan dalam waktu lama.
Ia menduga sejumlah pelaku usaha sengaja membiarkan barang berada di pelabuhan karena biaya penyimpanan dinilai lebih murah dibandingkan menyewa gudang di luar kawasan pelabuhan.
Purbaya menekankan, praktik tersebut tidak bisa dibiarkan karena berpotensi menghambat kelancaran aktivitas bongkar muat dan distribusi logistik nasional.
Purbaya meminta Direktorat Jenderal Bea dan Cukai mengkaji aturan baru terkait batas waktu penyimpanan barang di pelabuhan. Pemerintah juga mempertimbangkan pemberian sanksi terhadap barang yang terlalu lama mengendap.
Add
source on Google

8 hours ago
7

















































