Jakarta, CNBC Indonesia — Keberadaan material mikroplastik yang memiliki ukuran di bawah 5 milimeter kini menjadi ancaman nyata yang sangat mengkhawatirkan. Partikel berukuran mikro ini umumnya tidak dapat terdeteksi oleh pandangan mata biasa, namun menyimpan potensi bahaya yang mampu merusak kelestarian lingkungan serta berbagai lini kehidupan makhluk hidup.
Salah satu fokus perhatian utama dari dampak negatif mikroplastik ini tertuju pada risiko kesehatan yang mengintai tubuh manusia. Partikel-partikel super kecil tersebut dapat mengendap dan terakumulasi di dalam jaringan organ tubuh seiring berjalannya waktu.
Sebuah studi Februari 2025 menemukan, mikroplastik bisa tertimbun di jaringan manusia dan berpotensi memicu berbagai penyakit serius, termasuk serangan jantung dan stroke.
Setiap tahun manusia diperkirakan menghirup hingga 22 juta partikel mikro dan nanoplastik. Paparan ini terjadi melalui tiga cara yaitu terhirup, tertelan, atau terserap melalui kulit.
Berbagai studi menemukan mikroplastik dapat memicu peradangan jaringan, kematian sel, hingga gangguan pada paru dan hati. Pada hewan, mikroplastik menyebabkan kerusakan DNA dan kanker.
Dalam kasus ekstrem, penumpukan mikroplastik di pembuluh darah bisa meningkatkan risiko kematian mendadak akibat serangan jantung.
Berikut sejumlah barang yang paling berisiko menambah paparan mikroplastik di dapur, seperti dikutip dari C Net, Minggu (21/6/2026):
1. Peralatan Masak Antilengket.
Penelitian menunjukkan wajan dan panci berlapis teflon dapat melepaskan jutaan partikel mikroplastik ke makanan, terutama jika permukaannya retak atau tergores.
2. Wadah Makanan Plastik.
Kotak makan atau wadah plastik dari layanan pesan antar bisa melepaskan mikroplastik saat terkena panas. Studi menunjukkan semua wadah plastik yang diuji mengandung partikel mikroplastik.
3. Sendok Garpu Plastik.
Alat makan plastik melepaskan mikroplastik saat digunakan dengan makanan panas. Partikel ini kemudian masuk ke tubuh melalui makanan.
4. Kantong Teh.
Banyak kantong teh modern mengandung polypropylene, bahan yang bisa mengeluarkan miliaran partikel mikroplastik saat diseduh dengan air panas.
5. Rempah-rempah Kemasan Plastik.
Studi terbaru menemukan seluruh kemasan rempah berbahan plastik mengandung mikroplastik yang dapat mencemari isi di dalamnya.
6. Sedotan Plastik.
Sedotan plastik terbukti melepaskan mikro dan nanoplastik yang dapat terhirup langsung. Setiap tahun sekitar 8 juta ton plastik berakhir di lautan dan mencemari ekosistem.
7. Kaleng Makanan.
Meski kini banyak produsen beralih ke lapisan non-BPA, bahan pelapis seperti akrilik dan epoksi poliester tetap mengandung mikroplastik.
Ada banyak cara sederhana untuk mengurangi paparan mikroplastik dari dapur Anda:
- Gunakan alat masak dari baja tahan karat, besi cor, atau kayu ketimbang plastik
- Ganti wadah plastik dengan kaca atau keramik untuk menyimpan makanan
- Pilih daun teh lepas dan gunakan saringan logam daripada kantong teh plastik
- Beli rempah-rempah dalam botol kaca atau kemasan isi ulang tanpa plastik
- Beralih ke sedotan logam, bambu, atau kertas yang dapat digunakan kembali
- Pilih makanan segar atau beku dibanding makanan kalengan
(mkh/mkh)
Addsource on Google

2 hours ago
1

















































