Zhafa Yuda Rehema, CNBC Indonesia
07 September 2026 12:35
Jakarta, CNBC Indonesia - Erupsi Gunung Anak Krakatau yang berlangsung sejak sejak Jumat (6/9/2026) kembali mengingatkan Indonesia akan besarnya ancaman dan risiko besar sebagai salah satu negara dengan gunung berapi terbanyak di dunia.
Berdasarkan data Oregon State University dan United States Geological Survey (USGS), Indonesia menyumbang tiga dari tujuh dalam daftar catatan erupsi gunung api paling mematikan dalam sejarah. Salah satunya adalah Letusan Gunung Krakatau pada 1883.
Letusan besar Krakatau pada 1883 memicu tsunami yang menghantam pesisir Jawa dan Sumatra dan menewaskan sekitar 36.000 orang. Pada 2018, runtuhnya sebagian tubuh Anak Krakatau kembali memicu tsunami di kawasan yang sama.
Anak Krakatau sendiri kembali mengalami episode erupsi menerus pada 4-6 September 2026 selama sekitar 25 jam.
Indonesia, Salah Satu Negara dengan Gunung Api Terbanyak di Dunia
Indonesia berada di salah satu kawasan vulkanik paling aktif di dunia. Indonesia juga rawan letusan gunung api karena secara geologis berada di kawasan Cincin Api Pasifik (Ring of Fire), tempat sejumlah lempeng tektonik aktif bertemu. Kondisi ini membuat Indonesia memiliki banyak gunung api aktif dan aktivitas vulkanik yang tinggi.
Gunung Sinabung yang berada di wilayah administratif Desa Ndokum Siroga, Kecamatan Simpang Empat, Kabupaten Karo di Kabupaten Karo, Provinsi Sumatera Utara, mengalami erupsi pada Senin (31/8) sekitar pukul 12.00 WIB. (Instagram/badan.geologi) Foto: (Instagram/badan.geologi)
Data Global Volcanism Program (GVP) mencatat 101 gunung api Holosen di Indonesia, menempatkannya di posisi keempat dunia setelah Amerika Serikat, Jepang, dan Rusia.
Gunung api Holosen (Holocene volcano) merujuk pada gunung api yang tercatat pernah mengalami erupsi dalam periode Holosen, yakni sekitar 11.700 tahun terakhir hingga sekarang.
Indonesia Berada di Cincin Api Pasifik
Tingginya jumlah gunung api Indonesia tidak terlepas dari posisi geologisnya. Indonesia berada di kawasan Cincin Api Pasifik atau Ring of Fire, zona tempat sejumlah lempeng tektonik bertemu dan aktivitas vulkanik serta gempa bumi relatif tinggi.
Dari 101 gunung api Holosen yang tercatat di Indonesia, sebanyak 71 aktif sejak 1800 dan 55 aktif sejak 1960. Jumlah gunung api yang aktif sejak 1800 bahkan menjadi yang tertinggi dalam daftar tersebut, melampaui Amerika Serikat yang mencatat 63.
Anak Gunung Krakatau bukan satu-satunya gunung api yang tengah dalam level III/Siaga di Indonesia. Merujuk data magma.vsi.esdm.go.id, ada empat gunung lain dalam status Level III yakni Gunung Merapi di perbatasan Jawa Tengah dan Yogyakarta, Gunung Sinabung di Sumatera Utara, Gunung Semeru di Jawa Timur, Lewotobi Laki-Laki di Nusa Tenggara (NTT).
(mae/mae)

5 hours ago
6

















































