Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) anjlok nyaris 2% pada perdagangan hari terakhir pekan lalu, Rabu (13/5/2026), setelah pasar merespons negatif hasil review indeks Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang mengeluarkan sejumlah saham besar Indonesia dari indeks globalnya.
Berdasarkan data Bursa Efek Indonesia (BEI), pada penutupan perdagangan IHSG turun 135,58 poin atau -1,98% ke level 6.723,32.
Tekanan terbesar terhadap IHSG akhir pekan lalu datang dari saham-saham yang dikeluarkan dari MSCI Global Standard Index dan MSCI Global Small Cap Index.
MSCI diketahui resmi menghapus enam saham Indonesia dari MSCI Global Standard Index, yakni: PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN); PT Barito Renewables Energy Tbk (BREN); PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA); PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA); PT Petrindo Jaya Kreasi Tbk (CUAN); PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk (AMRT)
Selain itu, MSCI juga mencoret 13 saham Indonesia dari MSCI Global Small Cap Index.
Asing tercatat melakukan aksi jual bersih (net sell) sebesar Rp 1,35 triliun di pasar reguler pada perdagangan hari terakhir sebelum libur panjang pekan lalu. Dalam sepekan net sell asing tercatat Rp 3,65 triliun, sebulan Rp 19,22 triliun, tiga bulan Rp 30,05 triliun dan sejak awal tahun Rp 50,63 triliun dana asing keluar dari pasar modal Indonesia.
Berikut adalah saham-saham yang paling ramai dilepas akhir pada perdagangan akhir pekan lalu:
- Bank Rakyat Indonesia (BBRI) Rp 273,55 miliar
- Bank Mandiri (BMRI) Rp 139,76 miliar
- Amman Mineral Internasional (AMMN) Rp 123,6 miliar
- Bank Central Asia (BBCA) Rp 91,76 miliar
- Aneka Tambang (ANTM) Rp 62,69 miliar
- Barito Renewables Energi (BREN) Rp 59,69 miliar
- Petrosea (PTRO) Rp 51,21 miliar
- Mitra Adiperkasa (MAPI) Rp 51,12 miliar
- Petrindo Jaya Kreasi (CUAN) Rp 47,54 miliar
- Astra International (ASII) Rp 44,67 miliar
(fsd/fsd)
Addsource on Google

3 hours ago
6

















































