Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali merah merona pada perdagangan Senin kemarin (2/2/2026). Meski begitu, tak terduga asing justru net buy, adapun sejumlah saham yang ramai di borong ratusan miliar.
IHSG kemarin terkoreksi 4,88% atau 406,88 poin menuju 7,922.73. Mengakumulasi pelemahan selama sepekan sebanyak -11,73%, sementara sejak awal tahun sebanyak -8,36%.
Seluruh indeks terpantau melemah. Sektor barang baku terjun paling dalam sampai 10,74%, diikuti sektor barang konsumsi non primer koreksi ambles 7,67%.
Sektor energi juga tumbang 7,66%, sektor properti dan real estate turun 6,27%, dan sektor transportasi dan logistis terpangkas 6,18%.
Sektor infrastruktur melemah 6,06%, sektor teknologi tergerus 6,04%, sektor perindustrian terkoreksi 5,88%, sektor keuangan minus 2,33%, sektor barang konsumsi primer dan kesehatan turun paling buncit, masing-masing 1,73% dan 1,28%.
Adapun jumlah saham yang ditransaksikan mencapai 50,42 miliar, dengan nilai transaksi mencapai Rp29,17 triliun. Ada sebanyak 720 saham melemah, 36 mendatar, dan hanya 58 saham saja yang menguat.
Menariknya, meskipun banyak saham koreksi dan IHSG melemah, investor asing justru mencatat net buy atau beli bersih Rp 654,94 miliar saham di seluruh pasar.
Rinciannya,net buy asing di pasar reguler mencapai Rp 594,35 miliar, sementara net buy asing di pasar tunai dan pasar negosiasi sebesar Rp 61,59 miliar.
Investor asing mulai masuk ke bursa saham Indonesia setelah kabur selama sepekan kemarin. Data IDX mencatat investor asing masuk sebesar Rp 654,9 miliar pada perdagangan Senin kemarin. Ini menjadi kabar baik setelah asing mencatat net outflow sebesar Rp 13,93 triliun dalam sepekan (26-30/1/2026). Outflow bahkan melebihi rekor buruk pada awal April setelah pengumuman perang dagang yakni Rp 13,6 triliun sepekan.
Saham Bank Central Asia (BBCA) berada di posisi teratas paling banyak dibeli, mencerminkan kuatnya preferensi asing terhadap saham perbankan besar dan likuid.
Minat asing juga menyebar ke sektor telekomunikasi melalui XLSmart Telecom Sejahtera (EXCL), serta sektor energi dan pertambangan seperti Dian Swastatika Sentosa (DSSA), Adaro Minerals Indonesia (ADMR), Alamtri Resources Indonesia (ADRO), dan Archi Indonesia (ARCI).
Masuknya EMAS Tbk (EMAS) dan Pantai Indah Kapuk Dua (PANI) juga kembali dilirik asing, meskipun harga saham-nya kemarin koreksi signifikan.
Selain itu, dari grup Prajogo Pangestu, ada saham Barito Pacific (BRPT) dan Barito Renewables Energy (BREN) ikut dalam daftar 10 saham teratas yang ramai diborong asing, berikut daftar-nya:
Sanggahan : Artikel ini adalah produk jurnalistik berupa pandangan CNBC Indonesia Research. Analisis ini tidak bertujuan mengajak pembaca untuk membeli, menahan, atau menjual produk atau sektor investor terkait. Keputusan sepenuhnya ada pada diri pembaca, sehingga kami tidak bertanggung jawab terhadap segala kerugian maupun keuntungan yang timbul dari keputusan tersebut.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(saw/saw)

5 hours ago
4

















































