Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa memastikan, anggaran pendapatan dan belanja negara (APBN) akan diarahkan untuk mendorong percepatan pertumbuhan ekonomi pada tahun.
Ia menargetkan, ekonomi 2026 akan mampu tumbuh ke level 6%, jauh di atas target pemerintah pada tahun ini di level 5,4% sebagaimana tertuang dalam asumsi makro APBN 2026. Untuk mencapai level itu, ia memastikan pemerintah akan gencar menggelontorkan belanja negara.
"Kebijakan fiskal kami bersifat ekspansif untuk memberikan stimulus ekonomi," kata Purbaya dalam acara Indonesia Economic Summit (IES) 2026, Selasa (3/2/2026).
Meski begitu, Purbaya memastikan, belanja negara tidak akan digerakkan secara ugal-ugalan. Pemerintah akan memastikan defisit APBN tak melampaui batas aman yang telah ditetapkan dalam Undang-Undang Keuangan Negara sekitar 3% dari produk domestik bruto (PDB).
"Namun tetap dijaga agar tidak melampaui batas, misalnya defisit tidak melebihi 3% dari PDB," papar Purbaya.
Dalam UU Nomor 17 Tahun 2025 tentang APBN 2026, defisit APBN targetnya memang hanya sekitar 2,68% terhadap PDB atau senilai Rp 689,14 triliun.
Disebabkan nilai pagu belanja negara pemerintah desain senilai Rp 3.842,72 triliun, sedangkan pendapatan negara hanya senilai Rp 3.153,58 triliun.
Purbaya menilai desain defisit APBN untuk menggerakkan roda perekonomian itu masih jauh lebih aman dibanding desain defisit negara-negara lain, khususnya negara-negara maju.
"Meskipun memberikan stimulus, kami tetap menjaga kehati-hatian fiskal. Dibandingkan Jepang, Amerika Serikat, dan banyak negara lain, posisi fiskal kita sebenarnya cukup baik," paparnya.
"Jadi, jangan khawatir untuk berinvestasi di Indonesia. Saya adalah menteri yang cerdas," tegas Purbaya.
(arj/haa)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
4
















































