Jakarta, CNBC Indonesia - Asosiasi Emiten Indonesia (AEI) menyambut positif rencana peningkatan free float saham menjadi 15%. Meski demikian, AEI menilai kebijakan tersebut perlu diterapkan secara bertahap dengan mempertimbangkan kondisi pasar.
Ketua Umum AEI Armand Wahyudi Hartono mengatakan pihaknya mendukung arah kebijakan peningkatan free float tersebut. Namun menurutnya, implementasi kebijakan sangat bergantung pada kemampuan pasar dalam menyerap saham serta kecocokan antara emiten dan investor.
"Secara kesiapan biasanya kalau ketika meningkatkan free float ini, kemasukan kami sebaiknya dilakukan step by step. Itu lebih umum lah dipasarkan, coba jualan, coba dulu segini, nanti lihat laku atau enggak. Kalau ternyata ada strategi khusus itu memang harus dilakukan sesuai dengan permintaan pasar," ujar Armand dalam konferensi pers di BEI, Jakarta, Rabu, (4/2/2026).
Lebih lanjut, Armand menilai peningkatan free float idealnya dilakukan melalui kerja sama antara emiten dan Bursa Efek Indonesia. Ia menyebut kenaikan bertahap tidak menjadi masalah sambil menunggu aturan resmi yang akan ditetapkan.
"Bersama-sama kita akan selalu butuh bekerjasama dalam hal ini untuk membuat transparansi aturan-aturan yang membangun sehingga pasar modal Indonesia lebih transparan bagi para investor," jelas Armand.
Armand juga menegaskan pentingnya kolaborasi seluruh pemangku kepentingan untuk membangun aturan yang transparan dan berkelanjutan. Menurutnya, langkah tersebut akan mendorong tata kelola yang lebih baik serta memperkuat kepercayaan investor di pasar modal Indonesia.
Otoritas Jasa Keuangan (OJK) berencana untuk meningkatkan batas free float ke porsi 15% mulai bulan depan.
Ketua Dewan Komisioner OJK Mahendra Siregar mengatakan, inisiatif tersebut seiring dengan upaya peningkatan transparansi dan pendalaman pasar. Bagi emiten atau perusahaan publik yang dalam jangka waktu tertentu sebagaimana diatur tidak dapat memenuhi ketentuan tersebut, OJK akan menerapkan exit policy melalui proses pengawasan yang baik.
"SRO akan menerbitkan aturan free float minimal 15% yang akan dilakukan dalam waktu dekat," ucap Mahendra dalam konferensi pers di Gedung BEI, Jakarta, Kamis (29/1)
Pernyataan ini disampaikan seiring dengan pengumuman Morgan Stanley Capital International (MSCI) yang menangguhkan rebalancing indeks saham Indonesia. Mahendra melihat MSCI masih ingin memasuki saham-saham dari emiten Indonesia dalam indeks bergengsi itu.
(ayh/ayh)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1















































