Bukti Nyata Amerika Butuh China, Krisis 2026 Makin Terasa Dampaknya

8 hours ago 6

Jakarta, CNBC Indonesia - Pemerintahan Presiden AS Donald Trump belakangan bersikap lunak terhadap China. Hal ini tampak dari keputusan untuk mengizinkan ekspor chip AI canggih H200 buatan Nvidia ke China, hingga penanggungan tindakan keamanan yang menargetkan perusahaan-perusahaan China di AS.

Ternyata AS memiliki kepentingan dengan China, yakni terkait logam tanah jarang (LTJ). Pemasok untuk perusahaan luar angkasa dan semikonduktor AS dilaporkan menghadapi kelangkaan LTJ yang signifikan.


Bahkan, dua pemasok sampai harus menolak permintaan klien, kata para pelaku industri, beberapa minggu sebelum Trump diperkirakan akan bertemu Presiden China Xi Jinping di Beijing.

Kelangkaan tersebut berpusat pada unsur tanah jarang seperti yttrium dan scandium, anggota khusus dari keluarga 17 unsur, yang memainkan peran kecil namun vital dalam teknologi pertahanan, kedirgantaraan, dan semikonduktor. Hampir seluruhnya diproduksi di China.

Meskipun Beijing telah mengizinkan banyak ekspor LTJ ke AS, setelah sebelumnmya melancarkan pelarangan pada April 2025, masih banyak komponen-komponen yang sulit masuk ke AS.

Padahal, pemerintah AS dan China sudah membuat kesepakatan Damai pada Oktober 2025. Kenyataan di lapangan, pengiriman bahan-bahan ini masih jarang sampai ke AS, menurut data bea cukai China, dikutip dari Reuters, Jumat (27/2/2026).

Adapun hambatan-hambatan yang ada diprediksi akan dibahas dalam pertemuan lebih lanjut antara Trump dan Xi Jinping pada Maret mendatang.

Salah satu masalah utama adalah yttrium, yang digunakan dalam lapisan yang mencegah mesin dan turbin meleleh pada suhu tinggi. Tanpa aplikasi lapisan ini secara teratur, mesin tidak dapat digunakan.

Sejak Reuters pertama kali melaporkan tentang kekurangan yttrium pada November 2025, harga telah melonjak 60% dan sekarang sekitar 69 kali lebih tinggi daripada setahun yang lalu. Beberapa produsen lapisan juga sekarang mulai melakukan penjatahan material, menurut para eksekutif perusahaan dan pedagang.

Para petinggi di dua perusahaan Amerika Utara yang membeli yttrium untuk membuat pelapis mengatakan kepada Reuters bahwa mereka perlu menghentikan produksi sementara karena kekurangan pasokan.

Salah satu perusahaan juga sekarang menolak pelanggan yang lebih kecil dan di luar negeri untuk menghemat pasokan bagi klien yang lebih besar.

Perusahaan lain dalam rantai pasokan pelapis baru-baru ini kehabisan bahan dan berhenti menjual produk yang mengandung yttrium oksida, menurut sumber yang memiliki pengetahuan langsung tentang masalah tersebut.

Meskipun kekurangan yttrium dan scandium belum membebani produksi mesin jet atau chip, seorang pejabat pemerintah AS mengatakan kepada Reuters bahwa beberapa produsen AS sekarang menghadapi kekurangan unsur tanah jarang tertentu dari China.

China mengekspor 17 ton produk yttrium ke AS dalam delapan bulan setelah kontrol diberlakukan pada April 2025, dibandingkan dengan 333 ton dalam 8 bulan sebelum tindakan tersebut.

Seorang pejabat Gedung Putih mengatakan pemerintahan Trump berkomitmen untuk memastikan akses ke mineral penting bagi semua bisnis AS.

"Ini termasuk bernegosiasi dengan China dan memantau kepatuhan terhadap perjanjian Presiden Trump dengan Presiden Xi Jinping , serta mengembangkan rantai pasokan alternatif jika diperlukan," ia menuturkan.

Reuters berbicara dengan dua pejabat pemerintah AS, 14 eksekutif dan staf perusahaan, pedagang, dan analis di seluruh sektor kedirgantaraan dan semikonduktor.

Semuanya berbicara kepada Reuters dengan syarat anonim kecuali analis yang disebutkan dalam berita tersebut. Para eksekutif Amerika Utara tidak ingin disebutkan namanya saat membahas tantangan produksi internal di depan umum.

Kementerian Perdagangan China tidak menanggapi pertanyaan tersebut.

Kelangkaan Scandium

Bukan cuma yttrium, para produsen semikonduktor AS juga menghadapi krisis pasokan scandium yang berdampak pada hambatan produksi chip 5G generasi selanjutnya. Hal ini diungkap pendiri dan CEO firma riset SemiAnalysis, Dylan Patel.

Dengan produksi global hanya beberapa puluh ton per tahun, scandium memainkan peran kecil namun penting dalam sel bahan bakar, paduan aluminium khusus untuk industri kedirgantaraan, serta pemrosesan dan pengemasan chip canggih.

Produsen semikonduktor utama AS semuanya bergantung pada scandium untuk membuat komponen chip yang pada dasarnya masuk ke setiap HP dan stasiun pangkalan 5G, menurut Patel.

Produsen chip AS telah mengalami penundaan dalam menerima lisensi ekspor scandium baru dari China dalam beberapa bulan terakhir dan telah menghubungi Washington untuk meminta bantuan, kata dua sumber industri.

Banyak dari perusahaan-perusahaan ini terpaksa memperoleh scandium dari pemasok negara ketiga, kata seorang pejabat AS lainnya, tetapi China mensyaratkan pemohon lisensi untuk menyatakan pengguna akhir mereka.

"Teori kami adalah bahwa justru industri semikonduktor yang menjadi sasaran," kata pejabat AS tersebut.

Asosiasi Industri Semikonduktor AS menolak berkomentar.

"AS saat ini tidak memiliki produksi scandium domestik dan tidak ada sumber alternatif operasional di luar China," kata Patel.

(fab/fab)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |