Elvan Widyatama, CNBC Indonesia
27 February 2026 20:40
Jakarta, CNBC Indonesia - Ketegangan Pakistan dan Afghanistan memasuki sitasi panas setelah Islamabad menyatakan perang terbuka terhadap pemerintah Taliban. Pernyataan itu muncul di tengah rangkaian bentrokan di perbatasan yang berujung pada saling serang.
Pakistan membombardir kota-kota Afghanistan, Kabul dan Kandahar Jumat (27/2/2026) pagi. Beberapa jam sebelumnya, pasukan Afghanistan menyerang tentara perbatasan Pakistan.
Menteri Pertahanan Pakistan Khawaja Asif bahkan menyebut negerinya sedang "perang terbuka" dengan Afghanistan. "Sekarang ini adalah perang terbuka antara kami dan Anda," ujarnya di X, Jumat (27/2/2026).
Di saat yang sama, pemerintah Taliban menyatakan kembali melancarkan operasi pembalasan terhadap posisi tentara Pakistan di sepanjang perbatasan, termasuk di arah Kandahar dan Helmand.
Di tengah eskalasi militer yang kian terbuka ini, peta perbandingan kekuatan kedua negara menjadi menarik untuk dicermati, terutama untuk melihat seberapa besar kapasitas militer Pakistan dan Afghanistan.
Peta Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan
Data Global Firepower menunjukkan jurang kekuatan militer yang sangat lebar antara Pakistan dan Afghanistan.
Pakistan menempati peringkat 14 dari 145 negara dengan Power Index 0,2626. Sementara Afghanistan berada di posisi 121 dengan Power Index 2,7342. Semakin kecil angka Power Index, semakin kuat posisi militernya.
Sebagai informasi, semakin rendah angka Power Index, semakin kuat posisi militer suatu negara. Sebagai perbandingan.
Indeks GFP mempertimbangkan lebih dari 60 faktor, mulai dari jumlah tentara aktif, kekuatan angkatan darat, udara, laut, anggaran, logistik, hingga kondisi geografis.
Pakistan unggul hampir di semua aspek. Dari delapan indikator yang kami bandingkan, Pakistan menang pada tujuh faktor utama seperti jumlah personel aktif, kekuatan udaranya, kekuatan darat, serta kekuatan laut. Afghanistan hanya unggul pada faktor geografi.
Perbedaan paling mudah terlihat ada pada jumlah personel dan anggaran. Pakistan memiliki 660 ribu tentara aktif, sedangkan Afghanistan 75 ribu. Dari sisi belanja pertahanan, Pakistan mengalokasikan sekitar US$9,1 miliar, jauh lebih besar dibanding Afghanistan yang hanya US$145 juta.
Di sektor udara, Pakistan memiliki 331 pesawat tempur dan 55 helikopter serang. Afghanistan tercatat tidak memiliki pesawat tempur maupun helikopter serang. Kesenjangan serupa terlihat pada kekuatan darat. Pakistan memiliki 2.677 tank dan 59.044 kendaraan lapis baja, sementara Afghanistan tidak memiliki tank dan hanya memiliki 3.902 kendaraan lapis baja.
Untuk dukungan tembakan, Pakistan tercatat punya 662 self propelled artillery dan 652 mobile rocket projectors, sedangkan Afghanistan tercatat nol.
Keunggulan Pakistan juga terlihat di aspek laut. Pakistan memiliki 120 armada laut, termasuk 8 kapal selam, 9 kapal fregat, 6 kapal corvette, dan 79 kapal patroli militer. Sementara itu, Afghanistan tercatat tidak memiliki armada laut karena merupakan negara tanpa akses ke laut.
Pakistan Ternyata Punya Nuklir
Selain unggul secara kapasitas militer konvensional dibanding Afghanistan, Pakistan juga tercatat sebagai salah satu negara pemilik senjata nuklir di dunia. Mengacu dari Visual Capitalist yang merangkum basis data SIPRI, Pakistan diperkirakan memiliki 170 hulu ledak nuklir pada 2025.
Jumlah tersebut menempatkan Pakistan di jajaran negara bersenjata nuklir bersama Rusia, Amerika Serikat, China, Prancis, Inggris, India, Israel, dan Korea Utara.
Jika sampai nuklir digunakan dalam konflik ini, dampaknya bisa sangat mengerikan. Bukan hanya ke target militer tetapi juga warga sipil bisa menjadi sasaran. Korban jiwa bisa sangat banyak, kerusakan lingkungan dalam jangka panjang, dan konflik bisa melebar ke negara lain.
Karena itu, eskalasi sekecil apa pun dalam konflik ini bisa menjadi perhatian serius bagi dunia.
CNBC INDONESIA RESEARCH
(evw/luc)
Addsource on Google

9 hours ago
5
















































