Jakarta, CNBC Indonesia - Bursa saham Asia-Pasifik dibuka mayoritas menguat pada perdagangan Senin (7/9/2026), di tengah perhatian investor yang kembali tertuju pada Timur Tengah setelah ketegangan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran belum menunjukkan tanda-tanda mereda.
Melansir CNBC, kondisi tersebut terjadi ketika AS dan Iran masih terlibat dalam aksi saling serang di tengah upaya diplomasi untuk mengakhiri konflik.
Di Jepang, indeks Nikkei 225 naik hampir 1%, sementara Topix menguat 0,55% pada awal perdagangan. Sementara itu, indeks Korea Selatan Kospi melesat 3,09% dan indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 1,33%, sedangkan indeks acuan Australia S&P/ASX 200 bergerak datar.
Sentimen pasar turut dipengaruhi perkembangan terbaru dari konflik Timur Tengah setelah AS dilaporkan menyerang tiga kapal tanker minyak Iran. Serangan tersebut dilakukan setelah AS menyatakan kapal-kapal perangnya menjadi sasaran rudal balistik Iran.
Menteri Energi AS Chris Wright mengatakan kesepakatan nuklir dengan Iran kemungkinan tidak akan tercapai dalam waktu dekat. Wright bahkan menyebut opsi bagi AS untuk menghancurkan kemampuan Iran dalam mengembangkan senjata nuklir tanpa harus terlebih dahulu mencapai kesepakatan formal dengan Teheran.
"Mungkin tidak akan ada kesepakatan nuklir. Mungkin hanya dengan menghancurkan kemampuan mereka untuk melakukannya," kata Wright dalam program This Week di ABC News.
Wright menambahkan bahwa kesepakatan nuklir dapat menunggu hingga pemerintahan berikutnya di Iran, meskipun saat ini belum dapat dipastikan. Pernyataan tersebut mengindikasikan bahwa pemerintahan Presiden AS Donald Trump dapat mengambil langkah untuk menghilangkan kemampuan Iran mengembangkan senjata nuklir meskipun tidak memperoleh kesepakatan resmi dengan Teheran.
Mencegah Iran memperoleh senjata nuklir berulang kali disebut Presiden Donald Trump sebagai salah satu tujuan utama kampanye militer AS. Di sisi lain, Trump juga masih berupaya mendorong tercapainya kesepakatan diplomatik dengan Teheran di tengah perang yang telah mendorong harga energi melonjak tajam di berbagai belahan dunia.
Sementara itu, pasar saham AS tidak akan beroperasi pada Senin karena libur nasional. Kondisi tersebut membuat perhatian investor global pada awal pekan lebih banyak tertuju pada perkembangan pasar Asia dan eskalasi konflik AS-Iran.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

1 hour ago
3
















































