Jakarta, CNBC Indonesia - Masyarakat diimbau untuk menggunakan masker saat abu vulkanik erupsi Anak Krakatu menyebar ke sejumlah daerah. Masker yang digunakan tak bisa sembarangan karena jenis abu vulkanik yang berbeda dengan debu biasanya.
Anggota Ikatan Ahli Kebencanaan Indonesia (IABI) Daryono menjelaskan ukuran abu vulkanis sangat halus. Hanya kurang dari 2 milimeter.
Dia menjelaskan beberapa hal yang perlu diterapkan. Salah satunya menggunakan masker N95 atau masker medis.
"Gunakan Alat Pelindung Diri (APD): Gunakan masker (N95 atau masker medis) dan kacamata pelindung jika beraktivitas di luar ruangan untuk mencegah ISPA dan iritasi mata akibat abu tajam," kata Daryono dalam unggahan di akun X resminya.
Selain itu, masyarakat diminta untuk melindungi sumber air dan makanan. Dengan begitu air dan bahan makanan tidak tercemar kandungan silika serta asam dari abu vulkanik.
Daryono juga mengingatkan masyarakat mewaspadai informasi hoaks. Masyarakat diminta tetap tenang dan hanya percaya informasi dari lembaga resmi.
"Waspadai Informasi Hoaks: Tetap tenang dan hanya mempercayai pembaruan informasi resmi dari PVMBG dan BPBD setempat," dia melanjutkan.
Terakhir, Daryono mengatakan untuk mematuhi rekomendasi mitigasi. Misalnya jangan mencoba mendekati area penyebrangan laut di sekitar Krakatau.
"Patuhi Rekomendasi Mitigasi: Jangan mencoba mendekati area penyeberangan laut di sekitar kompleks Krakatau sesuai garis batas aman yang telah ditentukan," ucapnya.
Sebelumnya, Kementerian Kesehatan juga telah mengeluarkan Surat Edaran Nomor KL.01.02/A/17765/2026 tentang Kesiapsiagaan dan Perlindungan Kesehatan Masyarakat terhadap Dampak Erupsi dan Sebaran Abu Vulkanik Gunung Anak Krakatau.
Di dalamnya terdapat imbauan menggunakan perlindungan tambahan saat bepergian. Pihak kementerian merekomendasikan penggunaan masker N985, KN95m KF94, FFP2, atau masker setara lainnya.
Jika belum tersedia, masyarakat diminta untuk menggunakan masker medis yang ada sebagai perlindungan sementara.
Masyarakat juga harus melindungi mata seperti menggunakan kacamata pelindung tertutup atau googles. Saat terkena abu jangan mengucek mata namun bilas dengan air bersih yang mengalir atau cairan pembilas steril.
Kementerian Kesehatan mengingatkan pula penggunaan lensa kontak perlu dihindari selama hujan abu masih terjadi.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
3
















































