Jakarta, CNBC Indonesia - Direktur Climate Policy Initiative (CPI) Tiza Mafira mengungkapkan transisi hijau pada industri menjadi salah satu penopang pertumbuhan ekonomi tanah air. Langkah ini harus dilakukan agar lebih kompetitif dan menjaga daya tahan Indonesia terhadap potensi bencana.
"Juga menjaga daya tahan Indonesia terhadap negara bencana alam yang semakin banyak maka ketika kita ingin meraup keuntungan di masa depan, kita harus berinvestasi sekarang," ujar Tiza dalam ESG Sustainability Forum 2026 CNBC Indonesia, Selasa (3/2/2026).
Selain itu, dibutuhkan inisiatif regulasi untuk memantau dan menganalisa semua pembiayaan serta pendanaan yang terkait dengan isu iklim. Tiza menilai sumber dana pembiayaan, instrumen, hingga penggunaannya harus diawasi agar tepat sasaran.
"Kami juga memberikan rekomendasi Kepada sektor keuangan dan pembuat kebijakan sektor keuangan, misalnya Kementerian Keuangan dan OJK. Bagaimana caranya mengakses lebih banyak pendanaan hijau untuk Indonesia," ujar dia.
Tiza menegaskan dibutuhkan transparansi terkait pendanaan hijau, dan menemukan beberapa 'mitos' serta asumsi yang harus diluruskan. Pertama, terkait anggapan Indonesia memerlukan bantuan asing untuk mengatasi krisis iklim.
"Data 10 tahun menunjukkan bahwa tidak pernah sekalipun ada satu momen dalam sejarah dimana pendanaan asing itu melebihi pendanaan domestik untuk aksi iklim. Selalu Indonesia mendanai aksi iklimnya dengan porsi yang lebih besar 60-70% itu sebenarnya pendanaan domestik," ujarnya.
Jika Amerika Serikat hingga Eropa mengatakan akan menarik diri dan melakukan realokasi budget, menurutnya Indonesia tidak perlu khawatir, karena selama ini dana dari domestik masih mendominasi.
Mitos kedua, sektor swasta Itu tidak tertarik dengan sektor hijau. Tiza mengatakan investasi energi terbarukan di Indonesia itu sudah mencapai 50%, utamanya panas bumi dan angin.
"Ada beberapa pekerjaan rumah yang perlu diperbaiki, tetapi ini menunjukkan kalau kita konsisten dan menunjukkan bahwa kebijakan-kebijakan di Indonesia itu tidak membendung demand untuk energi terbarukan serta sektor hijau, maka investasi itu akan mengalir dengan sendirinya karena memang sudah menjadi ketertarikan investor swasta," jelasnya.
(rah/rah)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
2

















































