Emiten Belum Penuhi Ketentuan Free Float, OJK Bakal Lakukan Ini

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menegaskan kebijakan peningkatan jumlah saham beredar di publik (free float) hingga minimal 15% akan dilakukan secara bertahap dalam kurun waktu dua tahun.

Pejabat Sementara (Pjs.) Ketua sekaligus Wakil Ketua Dewan Komisioner OJK Friderica Widyasari Dewi mengatakan, langkah ini disertai dengan skema masa transisi serta kebijakan keluar (exit policy) bagi emiten yang tidak mampu memenuhi ketentuan tersebut.

"Intinya beberapa hal yang akan disampaikan adalah bahwa tentu saja ini akan ada secara gradual untuk pemenuhan 15 persen tersebut baik di tahun pertama maupun di tahun kedua," ujarnya dalam konferensi pers di gedung Bursa Efek Indonesia (BEI) Jakarta, Jumat (20/2/2026).

Wanita yang akrab disapa Kiki ini mengatakan, OJK juga sedang menyiapkan kebijakan transisi yang jelas, termasuk mekanisme exit policy untuk emiten yang tidak dapat memenuhi batas minimum free float tersebut. Skema ini akan memberikan kepastian bagi pelaku pasar sekaligus menjaga kualitas perusahaan tercatat di pasar modal.

"Jadi nanti akan disampaikan bagaimana nanti pemenuhan masa transisi dan juga terkait exit policy untuk emiten-emiten yang tidak memenuhi," ungkapnya.

Selain itu, Kiki memaparkan, regulator juga akan memperkenalkan notasi khusus bagi emiten yang belum memenuhi ketentuan free float 15%. Pemberian penanda ini diharapkan dapat meningkatkan transparansi dan memudahkan investor dalam mengambil keputusan investasi.

"Melakukan pemenuhan terhadap 15% free float ini juga kemarin akan ada suatu hal yang baru, yaitu akan diberikan notasi khusus penghadap emiten-emiten yang memang belum memenuhi free float 15% ini," sebutnya.

Notasi tersebut akan menjadi informasi tambahan bagi pelaku pasar untuk membedakan saham dengan tingkat kepemilikan publik yang telah memenuhi ketentuan dan yang belum. "Jadi ini sebenarnya memberikan kemudahan bagi investor untuk melakukan pemilihan terhadap saham-saham yang mereka investasikan," imbuhnya.

Kiki menambahkan, langkah ini dinilai sangat bermanfaat, terutama bagi investor ritel yang membutuhkan informasi yang lebih jelas dan cepat dalam memilih instrumen investasi.

"Jadi mereka lebih memiliki informasi saham-saham mana yang sudah free floatnya 15% lebih atau yang belum. Jadi ini juga sesuatu yang baru yang rasanya juga sangat bermanfaat untuk investor-investor, terutama investor retail di Indonesia," tutupnya.

(haa/haa)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |