Jakarta, CNBC Indonesia - Aturan pembatasan penggunaan media sosial untuk remaja tengah diusulkan di Spanyol dan Yunani. Keduanya mengikuti sejumlah negara lain yang telah menerapkan aturan serupa, termasuk Indonesia melalui PP Tunas yang diluncurkan sejak Maret 2025.
Selain Indonesia, Australia juga menerapkan aturan pembatasan media sosial untuk anak pada Desember 2025 lalu. Namun, aturan di Australia lebih tegas karena memblokir total akun media sosial untuk anak berusia di bawah 16 tahun. Hal ini berbeda dengan di Indonesia yang membagi klasifikasi usia dari 13-18 tahun. Remaja juga masih bisa memiliki akun media sosial atas izin orang tua.
Setelah Indonesia dan Australia, Malaysia juga mencanangkan aturan serupa. Saat ini masih dikaji, tetapi rencananya akan memberlakukan aturan yang berkiblat pada Australia, untuk memblokir akun media sosial bagi anak di bawah 16 tahun. India juga sedang mengusulkan aturan serupa.
Terbaru, Perdana Menteri Spanyol Pedro Sanchez mengatakan pemerintah ingin melarang media sosial digunakan anak 16 tahun. Perlindungan pada anak di dunia digital ini pernah diungkapkannya juga pada KTT Pemerintah Dunia di Dubai beberapa waktu lalu.
"Anak-anak kita terpapar pada ruang yang harusnya tidak dijelajahi sendiri. Kita tidak lagi menerima itu. Kita akan melindungi mereka dari dunia digital yang liar," kata Sanchez.
Sementara sumber pemerintah menyebutkan Yunani akan melarang untuk usia yang lebih mudah yakni di bawah 15 tahun, dikutip dari Reuters, Rabu (4/2/2026).
Australia yang jadi negara pertama melarang akses platform untuk anak usia di bawah 16 tahun. Aturan di negara itu telah disahkan pada Desember lalu.
Sementara di Indonesia melakukan pembatasan untuk anak 13-18 tahun. Aturan itu juga melakukan klasifikasi paparan penggunaan media sosial berdasarkan usia.
Elon Musk Murka
Sanchez mengungkapkan Spanyol bergabung dengan lima negara Eropa lain dalam Koalisi Negara yang Bersedia Menggunakan Teknologi Digital. Namun dia tak mengungkapkan negara mana saja yang ikut.
"Kita tahu ini adalah pertempuran melampui batas negara manapun," jelasnya.
Selain itu, Spanyol juga menyiapkan aturan terkait dunia digital lainnya, yakni untuk meminta tanggung jawab eksekutif media sosial terkait ujaran kebencian yang mereka miliki.
Elon Musk, pemilik X, mengungkapkan reaksinya pada langkah-langkah Sanchez itu pada media sosial. Dia mengkritiknya dengan menyebut sebagai seorang tiran.
"Sanchez yang kotor adalah tiran dan pengkhianat rakyat Spanyol," kata Musk di akun X.
"Sanchez merupakan fasis totaliter sejati," dia mengunggahnya lagi setengah jam kemudian.
(fab/fab)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
3

















































