IHSG Ditutup Menguat 0,67% Balik ke Level 5.900

3 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) menguat pada perdagangan Kamis (9/7/2026), seiring pelaku pasar masih mencermati sentimen global serta menanti sejumlah katalis ekonomi.

Pada akhir sesi pertama hari ini, IHSG bertengger di level 5.912,44, naik 39,07 poin atau 0,67% dibandingkan penutupan perdagangan sebelumnya.

Sebanyak 327 saham menguat, 275 saham melemah, dan 190 saham bergerak stagnan, mencerminkan tekanan jual mulai mereda pada perdagangan sesi pertama. Kapitalisasi pasar Bursa Efek Indonesia tercatat sebesar Rp10.351 triliun.

Mengutip data Refinitiv, mayoritas sektor perdagangan menguat dengan kenaikan tertinggi dicatatkan oleh sektor barang baku, energi dan konsumer. Adapun sektor kesehatan, teknologi, properti dan finansial mengalami kontraksi hari ini.

Secara spesifik emiten yang menjadi penopang kinerja IHSG hari ini termasuk AMMN, BRMS, BUMI, VKTR dan BMRI.

Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan bergerak dengan volatilitas tinggi pada hari ini. Sejumlah sentimen dari luar negeri diperkirakan akan menjadi pemberat bagi IHSG hingga rupiah. Di antaranya perang yang memanas hingga proyeksi baru ekonomi dunia.

Militer Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap Iran pada Rabu (8/7/2026) dengan target melemahkan kemampuan Teheran mengancam pelayaran di Selat Hormuz, jalur yang dilalui sekitar seperlima pasokan minyak dunia sebelum perang pecah.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut merupakan balasan atas serangan terhadap tiga kapal dagang di Selat Hormuz sehari sebelumnya. Presiden AS Donald Trump juga menegaskan kesepakatan sementara (memorandum of understanding) dengan Iran untuk mengakhiri konflik telah "berakhir" dan mengancam akan memberikan respons yang lebih keras jika serangan terhadap kapal kembali terjadi.

Seorang pejabat AS mengatakan gelombang serangan terbaru akan lebih besar dibandingkan operasi sehari sebelumnya.

Serangan tersebut mengguncang sejumlah kota di pesisir selatan Iran, termasuk Bandar Abbas, pelabuhan terbesar Iran, serta Konarak dan Chabahar yang mengalami pemadaman listrik dan kerusakan fasilitas maritim.

Sebagai respons, media pemerintah Iran melaporkan Teheran tengah menyiapkan serangan balasan besar terhadap pangkalan militer AS di kawasan.

Iran juga mempertimbangkan langkah-langkah lain, mulai dari keluar dari Perjanjian Non-Proliferasi Nuklir (NPT), mengubah doktrin nuklir, hingga menutup Selat Bab el-Mandeb, salah satu jalur pelayaran strategis dunia.

Eskalasi terbaru kembali memukul harapan tercapainya perdamaian permanen antara Washington dan Teheran. Ketegangan di Timur Tengah juga mendorong harga minyak dunia naik lebih dari US$1 per barel, dengan Brent diperdagangkan di kisaran US$79,28 per barel.

Sementara itu, Dana Moneter Internasional (IMF) kembali memangkas proyeksi pertumbuhan ekonomi global tahun 2026 menjadi 3%, lebih rendah dibandingkan pertumbuhan 3,5% pada 2025.

Dikutip dari laporan terbaru, revisi ini mencerminkan dampak berkepanjangan dari perang di Timur Tengah, lonjakan harga energi, serta meningkatnya ketidakpastian geopolitik yang membebani prospek ekonomi dunia.

Dalam laporan terbaru World Economic Outlook (WEO) yang dirilis Rabu (8/7/2026), IMF menyebut konflik antara Amerika Serikat, Israel, dan Iran menjadi salah satu risiko terbesar bagi perekonomian global.

Meski demikian, IMF menilai dampak negatif konflik tersebut masih dapat diredam oleh pesatnya investasi di bidang kecerdasan buatan (artificial intelligence/AI) dan teknologi lainnya yang terus menopang aktivitas ekonomi global.

IMF memperkirakan inflasi global justru meningkat menjadi 4,7% pada 2026, lebih tinggi dibandingkan 4,1% pada 2025, seiring kenaikan tajam harga komoditas, terutama energi.

Dalam proyeksinya, IMF mengasumsikan harga minyak rata-rata berada di kisaran US$89 per barel, dengan harga energi saat ini sekitar 25% lebih tinggi dibandingkan sebelum perang pecah pada akhir Februari.

Adapun untuk Indonesia, IMF tetap mempertahankan proyeksinya yakni bakal tumbuh 5,0% di 2026 dan 5,1% pada 2027.

(fsd/fsd)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |