Jakarta, CNBC Indonesia- Gejolak geopolitik dan ekonomi global masih menjadi tantangan bagi pengembangan bisnis perbankan seiring dengan tekanan inflasi dan era suku bunga tinggi.
Di era suku bunga tinggi seperti saat ini, perbankan disebut Direktur Utama Bank Mandiri Taspen, Panji Irawan didorong untuk semakin berhati-hati dalam mengelola risiko likuiditas. Perbankan harus mampu mengelola Net stable funding ratio (NSFR) atau Rasio pendanaan stabil bersih, Rasio Cakupan Likuiditas (LCR) hingga rasio intermediasi perbankan (RIM).
Oleh karena itu perbankan didorong untuk menjaga sumber pendanaan baik Dana Pihak ketiga (DPK) hingga bank loan dan derivative, dimana hal ini diperlukan guna menjaga profitabilitas agar dapat terjaga.
Seperti apa pandangan Dirut Bank Mantap terhadap upaya perbankan menjaga likuiditas dan profitabilitas? Selengkapnya simak dialog Crysania Suhartanto dengan Direktur Utama Bank Mandiri Taspen, Panji Irawandalam Power Lunch, CNBC (Kamis, 09/07/2026)
Add
source on Google

2 hours ago
3

















































