Jakarta, CNBC Indonesia - Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali dibuka melemah pada perdagangan hari ini, Selasa (3/2/2026). Indeks dibuka turun 0,43% ke level 7.888,77.
Sebanyak 204 saham naik, 179 turun, dan 260 belum bergerak. Nilai transaksi pagi ini mencapai Rp 427 miliar, melibatkan 472 juta saham dalam 44.060 kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun turun menjadi Rp 14.175 triliun.
Pelemahan IHSG hari ini terjadi karena koreksi yang terjadi di saham-saham miliki konglomerat, khususnya Prajogo Pangestu.
Pasar keuangan Indonesia diperkirakan masih akan volatile pada hari ini. Dampak aturan MSCI hingga data ekonomi dalam dan luar negeri akan membayangi perdagangan bursa saham
Pemangku kepentingan pasar modal Indonesia menggelar pertemuan dengan MSCI pada Senin sore kemarin. Pertemuan ini digelar setelah bursa saham RI rontok karena adanya permintaan perubahan aturan dari MSCI.
Anggota Dewan Komisioner Otoritas Jasa Keuangan (OJK) yang membidangi pengawasan aset kripto sekaligus pasar modal, Hasan Fawzi, menyampaikan bahwa diskusi antara Otoritas Jasa Keuangan (OJK) dan penyedia layanan indeks global MSCI berlangsung positif.
"Diskusi pertemuan dengan MSCI sangat baik. Kami sepakat untuk melanjutkan pembahasan di level teknis. MSCI juga memberikan guidance terkait metodologi dan perhitungan yang akan dilakukan," ujar Hasan dalam konferensi pers di Gedung Bursa Efek Indonesia (BEI), Senin (2/2/2026).
Hasan menegaskan, OJK bersama BEI akan menyampaikan pembaruan secara berkala terkait perkembangan komunikasi dengan MSCI, sejalan dengan komitmen transparansi yang terus didorong regulator dan otoritas bursa.
"Mudah-mudahan progresnya berjalan baik hingga evaluasi akhir," kata Hasan.
Sementara itu, pasar Asia-Pasifik naik pada hari Selasa setelah Presiden AS Donald Trump mengatakan Washington dan India telah mencapai kesepakatan perdagangan dan akan segera mulai memangkas tarif atas barang dari masing-masing negara.
Indeks Nikkei 225 Jepang naik 2,44%, sementara Topix naik 1,94%.
Indeks Kospi Korea Selatan melonjak lebih dari 5%, memicu penghentian perdagangan sementara (trading halt/sidecar). Bursa Efek Korea mengatakan penghentian sementara tersebut terjadi setelah kontrak berjangka KOSPI 200 naik lebih dari 5% selama lebih dari satu menit. Pada hari Senin, hal yang sama terjadi setelah kontrak berjangka Kospi 200 turun hingga 5%, yang mendorong otoritas bursa semoat untuk menghentikan perdagangan sementara.
Sementara itu, indeks saham berkapitalisasi kecil Kosdaq naik 2,32%.
Kontrak berjangka indeks Hang Seng Hong Kong berada di 26.953, di atas penutupan terakhir indeks acuan di 26.775,57.
Indeks S&P/ASX 200 Australia naik 1,3%. Bank sentral Australia diperkirakan akan menaikkan suku bunga kebijakannya, menurut para ekonom yang disurvei oleh Reuters.
Investor akan terus memantau harga emas dan perak menyusul volatilitas baru-baru ini yang menyebabkan harga perak anjlok sekitar 30% pada Jumat lalu, menandai kinerja satu hari terburuk logam tersebut sejak 1980. Emas juga turun hampir 10%.
Harga emas spot terakhir naik sekitar 2,22% menjadi $4.769,33 per ons, sementara perak bertambah sekitar 3,81% menjadi $82,39 per ons.
(fsd/fsd)
[Gambas:Video CNBC]

5 hours ago
3

















































