Jakarta, CNBC Indonesia — Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) masih dalam tekanan hari ini, Jumat (6/2/2026). Pada akhir sesi 1, indeks ditutup turun 2,83% atau -229,46 poin ke level 7.874,42.
Sebanyak 702 saham turun, 97 saham naik, dan 159 tidak bergerak. Nilai transaksi mencapai Rp 10,43 triliun, melibatkan 20,78 miliar saham dalam 1,44 juta kali transaksi. Kapitalisasi pasar pun merosot lagi menjadi Rp 14.225 triliun.
IHSG dalam tekanan sejak pembukaan pasar. Indeks dibuka anjlok 2,5% dan sempat memangkas koreksi ke level -1%. Akan tetapi menjelang akhir sesi 1, IHSG kembali melemah dan pada akhirnya menutup sesi 1 dengan penurunan yang lebih dalam dibandingkan pembukaan.
Mengutip Refinitiv, seluruh sektor berada di zona merah. Konsumer non-primer, bahan baku, dan utilitas anjlok paling dalam, yakni -4,9%, -4,5%, dan -4,38%.
Saham-saham di indeks LQ45 menjadi pemberat utama IHSG hari ini. Astra International (ASII) yang turun 5,04% menyumbang 14,33 indeks poin. Kemudian Bank Central Asia (BBCA) dan Barito Renewables Energy (BREN) berkontribusi -14,21 indeks poin dan -12,03 indeks poin.
Adapun sentimen terhadap pasar modal hari ini terbilang seimbang. Sebagiamana diketahui, pagi tadi pasar tertekan oleh pengumuman lembaga pemeringkat Moody's Investors Service (Moody's) menurunkan outlook kredit Indonesia.
Moodys, mempertahankan Sovereign Credit Rating Republik Indonesia pada level Baa2, tetapi dengan penyesuaian outlook dari stabil menjadi negatif.
Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto buka suara mengenai Moody's Ratings menurunkan peringkat outlook pemerintah Indonesia menjadi negatif dari stabil.
Dia mengatakan outlook negatif itu karena kurangnya penjelasan dari pemerintah dan lembaga pengelola investasi baru, yakni Badan Pengelola Investasi (BPI) Daya Anagata Nusantara (Danantara).
Airlangga menyebut APBN tahun ini memang "agak berbeda" karena banyak mengelontorkan program unggulan Prabowo. Seperti di antaranya Makan Bergizi Gratis (MBG), Koperasi Desa Merah Putih (KDMP), dan untuk pelayanan masyarakat.
Sementara penggerak pertumbuhan adalah investasi melalui Danantara, dari sebelumnya dilakukan melalui APBN.
"Ini yang banyak rating agency ataupun di pasar keuangan global belum paham. Jadi ini yang harus kita beri penjelasan," kata Airlangga saat memberikan arahan di Pertemuan Tahunan Industri Jasa Keuangan (PTIJK) 2026, Kamis (5/2/2026).
Menurut Airlangga, keberadaan Danantara memungkinkan reformasi terhadap badan usaha milik negara (BUMN) agar bisa bergerak seperti sektor swasta.
"Karena sebetulnya dengan Danantara, kita sebetulnya meng-unlocked dan melakukan reform terhadap state owned enterprise yang selalu mereka minta untuk bisa dipisahkan. Dan ini diminta juga untuk mereka bisa bergerak seperti private sector," tutur Airlangga.
Kendati demikian, IHSG mendapatkan angin segar dari laporan Badan Pusat Statistik (BPS) kemarin, Kamis (5/2/2026). Laju pertumbuhan ekonomi Indonesia pada 2025 mampu tumbuh ke level 5,11% ditopang oleh seluruh komponen pembentuknya.
Kepala BPS Amalia Adhininggar Widyasanti mengatakan, komponen konsumsi masyarakat, investasi, hingga ekspor mampu tumbuh cepat mendorong laju pertumbuhan.
Laju pertumbuhan ekonomi ini mampu tumbuh jauh lebih cepat dari realisasi pada 2024 yang sebesar 5,03% yoy, dan serupa dengan target pemerintah yang tertera dalam asumsi makro APBN 2025 sebesar 5,2% yoy.
Amalia menjelaskan, untuk konsumsi rumah tangga, pertumbuhannya sebesar 4,98% sepanjang tahun lalu dengan distribusi terhadap PDB besarannya hingga 53,88%.
Lalu, untuk investasi atau pembentukan modal tetap bruto (PMTB) pertumbuhannya mampu tembus 5,09%, dengan kontribusi ke PDB kedua terbesar, yakni 29,77%.
Adapun pertumbuhan tertinggi berasal dari ekspor dengan besaran 7,03% dan porsinya terhadap PDB 22,85%. Diikuti konsumsi pemerintah yang tumbuh 2,5% dengan distribusi ke PDB 7,53%.
Terakhir, untuk konsumsi LNPRT pertumbuhannya juga mampu ke level 5,13% dengan distribusi terhadap PDB 1,35%. Sedangkan impor tumbuhnya 4,77% dengan kontribusi minus 20,54%.
(mkh/mkh)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1

















































