Jangan Abaikan BAB! Perubahan Feses Bisa Jadi Tanda Kanker Usus Besar

5 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Perubahan bentuk dan warna feses saat buang air besar jangan dianggap sepele. Dalam beberapa kasus, perubahan tersebut bisa menjadi tanda awal kanker usus besar atau kanker kolorektal.

Dilansir Verywell Health, Rabu (13/5/2026), kanker usus besar kerap menunjukkan gejala melalui perubahan pola buang air besar, mulai dari feses yang kecil memanjang seperti pita hingga muncul darah atau lendir pada tinja. Mengenali tanda-tanda ini lebih awal dinilai penting karena dapat meningkatkan peluang keberhasilan pengobatan.

Pada stadium awal atau tahap 1 dan 2, kanker usus besar biasanya masih berupa tumor lokal yang belum menyebar ke organ lain maupun kelenjar getah bening. Namun, perubahan kebiasaan BAB sering kali menjadi salah satu gejala paling umum, bahkan terkadang satu-satunya tanda yang muncul.

Beberapa gejala yang umum terjadi pada kanker usus besar stadium awal meliputi:

  • Feses tipis seperti pensil atau pita akibat penyempitan saluran usus oleh pertumbuhan tumor.
  • Feses keras kecil-kecil seperti kerikil karena konstipasi dan penyerapan air berlebih di usus.
  • Nyeri saat BAB.
  • Perasaan BAB tidak tuntas.
  • Muncul darah saat BAB, misalnya bercak darah di tisu toilet.
  • Nyeri perut akibat penyumbatan atau tekanan tumor pada jaringan sekitar.

Selain itu, penderita juga bisa mengalami kelelahan berkepanjangan akibat perdarahan di saluran cerna yang memicu anemia.

Sementara itu, pada kanker usus besar stadium lanjut atau tahap 3 dan 4, perubahan pada feses biasanya menjadi lebih jelas. Pada fase ini, kanker dapat menyebar ke kelenjar getah bening atau organ lain, sementara saluran usus semakin menyempit.

Gejala yang bisa muncul antara lain:

  • Diare dan sembelit yang datang bergantian.
  • BAB berdarah, mulai dari merah terang hingga merah gelap.
  • Feses hitam pekat seperti aspal akibat perdarahan di usus bagian atas.
  • Muncul lendir pada feses.
  • Perut kembung dan kram karena gas sulit keluar.
  • Mual dan muntah.
  • Penurunan berat badan tanpa sebab jelas.

Meski begitu, tidak semua perubahan BAB berarti kanker usus besar. Kondisi lain seperti wasir, irritable bowel syndrome (IBS), divertikulitis, hingga radang usus juga dapat menimbulkan gejala serupa.

Dokter pun menyarankan masyarakat segera memeriksakan diri bila mengalami perubahan pola BAB yang berlangsung lama. Pemeriksaan yang bisa dilakukan antara lain tes darah samar pada tinja, kolonoskopi, CT scan, hingga biopsi jaringan bila dicurigai ada kanker.

Rekomendasi American Cancer Society (ACS) menyebut, orang dewasa dengan risiko rata-rata kanker usus besar dianjurkan mulai rutin menjalani skrining sejak usia 45 tahun hingga 75 tahun. Sementara orang dengan riwayat keluarga kanker kolorektal atau penyakit radang usus bisa memerlukan pemeriksaan lebih dini dan lebih sering.

(arj/arj)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |