KAI Akan Pesan Lokomotif Baru dari Perusahaan Ini, Bisa Nenggak B50

8 hours ago 8

Jakarta, CNBC Indonesia - PT Kereta Api Indonesia (Persero) secara bertahap akan mengganti lokomotif-lokomotif yang sudah berdinas lama dengan lokomotif baru seperti CC201. KAI punya rencana untuk memesan unit lokomotif baru dengan spesifikasi dapat menerima bahan bakar Biodiesel dengan campuran 50 (B50) dari PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA.

Direktur Utama PT KAI (Persero), Bobby Rasyidin mengatakan, kebutuhan regenerasi armada sudah mendesak mengingat usia lokomotif CC201 yang kini rata-rata mendekati setengah abad.

"Kita itu ada 151 lokomotif seri CC201, itu rata-rata tahun 1977. Di mana, satu, kalau dikasih B50 dia sudah kurang menerima, karena teknologi biodiesel pada tahun 1977 itu belum ada," kata Bobby dalam Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama Komisi VI DPR RI di Kompleks Parlemen, Jakarta, Rabu (3/6/2026).

Selain tidak dirancang untuk penggunaan bahan bakar biodiesel B50, lokomotif-lokomotif tersebut juga semakin sering mengalami gangguan operasional.

"Kemudian yang kedua, gangguan juga sudah sering, sehingga kami merencanakan melakukan replacement (penggantian) dari 151 unit lokomotif ini. Nanti produksinya juga kita harapkan di INKA juga gitu," ujarnya.

Uji coba B50 di lokomotif kereta. (Dok. KAI)Uji coba B50 di lokomotif kereta. (Dok. KAI) Foto: Uji coba B50 di lokomotif kereta. (Dok. KAI)

KAI menargetkan, lokomotif pengganti memiliki kemampuan yang lebih tinggi dibanding armada saat ini. Salah satunya melalui peningkatan beban gandar (axle load) dari 15 ton menjadi 18 ton.

"Lokomotif baru ini itu kita tingkatkan juga kapasitasnya. Kalau kita lihat lokomotif sekarang itu dia axle load atau beban gandarnya itu 15 ton. Kalau 15 ton dikali 4 itu 60 ton, dia hanya bisa bawa beban itu hanya 50 ton gitu ya. Nah ini kita tingkatkan dia menjadi next generation-nya menjadi 18 ton. 18 ton ini punya kelebihan sekitar 15 ton lah," jelas dia.

Dengan spesifikasi baru tersebut, kapasitas angkut lokomotif diproyeksikan meningkat signifikan.

"Jadi kalau yang tadinya bisa bawa hanya 50 ton, sekarang bisa bawa 65 ton," lanjutnya.

Namun, peningkatan kapasitas lokomotif juga menuntut penguatan infrastruktur jalur kereta api. Karena itu, KAI menyiapkan program peningkatan jaringan rel dan struktur pendukung di berbagai wilayah di Pulau Jawa.

"Tentunya konsekuensinya kita melakukan upgrade terhadap jaringan kereta atau rel keretanya juga itu di 275 bangunan hikmat, estimasi biayanya sekitar Rp200 miliar yang memang kita kerjakan dari 2026 ini sampai dengan 2027, sehingga kita harapkan nanti di 2027 itu lokomotif baru yang axle load-nya 18 ton itu sudah bisa beroperasi di Jawa," pungkas Bobby.

Sebelumnya, KAI aktif membeli lokomotif-lokomotif kereta api dari perusahaan Amerika Serikat (AS). Misalnya Lokomotif CC206 produksi dari perusahaan General Electric (GE) Transportation, AS. Bukan hanya itu, KAI juga memesan CC205 yang memiliki identitas EMD GT38AC dari Progress Rail, AS.

(wur)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |