Serangan bom udara berpemandu yang dilancarkan Rusia di kota Zaporizhzhia, Ukraina tenggara, menewaskan sedikitnya 12 orang dan melukai 20 lainnya pada Selasa (5/5/2026). Informasi tersebut disampaikan oleh Gubernur wilayah Zaporizhzhia, Ivan Fedorov. (Layanan pers dari Layanan Darurat Negara Ukraina di wilayah Zaporizhzhia/Handout via REUTERS)
Menurut Fedorov, pasukan Rusia menjatuhkan empat bom udara berpemandu yang menghantam kawasan permukiman. Serangan tersebut merusak sejumlah infrastruktur sipil, termasuk bengkel mobil dan tempat pencucian kendaraan, serta memicu kebakaran di beberapa titik, termasuk di sebuah fasilitas industri. (REUTERS/Serhii Chalyi)
Serangan paling mematikan juga terjadi di Kramatorsk, wilayah Donetsk. Gelombang serangan Rusia ke sejumlah kota di wilayah timur Ukraina menewaskan sedikitnya 27 orang. (Iryna Rybakova/Press Service of the 93rd Kholodnyi Yar Separate Mechanized Brigade of the Ukrainian Armed Forces/Handout via REUTERS)
Dilansir Reuters, Presiden Volodymyr Zelenskiy menyebut empat orang tewas akibat serangan Rusia. Namun, Gubernur regional Oleksandr Hanzha memperbarui jumlah korban menjadi tiga orang dengan 16 korban luka, termasuk empat dalam kondisi serius. (Iryna Rybakova/Press Service of the 93rd Kholodnyi Yar Separate Mechanized Brigade of the Ukrainian Armed Forces/Handout via REUTERS)
Di tengah eskalasi konflik, Rusia sebelumnya mengumumkan rencana gencatan senjata pada 8–9 Mei, bertepatan dengan peringatan kemenangan Uni Soviet atas Nazi Jerman dalam Perang Dunia Kedua yang dirayakan melalui parade militer di Lapangan Merah Moskow. (Iryna Rybakova/Press Service of the 93rd Kholodnyi Yar Separate Mechanized Brigade of the Ukrainian Armed Forces/Handout via REUTERS)

6 hours ago
5

















































