Jakarta, CNBC Indonesia - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan, Kementerian Keuangan telah memperkuat tata kelola hingga kualitas layanan sebelum memasuki tahun anggaran baru pada 2027.
Hingga pertengahan tahun 2026, ia mengatakan, perbaikan tata kelola hingga pelayanan itu berupa konsistensi pelayanan debottlenecking, penegahan penyelundupan emas, implementasi AI dalam pengawasan underinvoicing hingga penyaluran pembiayaan ultra mikro.
"Berbagai capaian sampai semester I-2026 menunjukkan perbaikan tata kelola dan kualitas layanan Kemenkeu," kata Purbaya saat rapat kerja dengan Komisi XI DPR, Jakarta, Senin (7/9/2026).
Adapun untuk penyelesaian kasus debottlenecking yang dilaporkan para pengusaha, kata dia telah mencapai 72,43% dari 156 aduan hingga Juni 2026. Lalu, penegahan penyelundupan emas mencapai 190,26 kilogram senilai Rp 486 miliar.
Untuk implementasi AI (artificial intelligence) dalam pengawasan underinvoicing nilainya sudah mencapai Rp 3,6 triliun atau naik 42,49% dibanding periode 2025, serta penyaluran pembiayaan ultra mikro (UMi) Rp 67,58 triliun sampai Agustus 2026.
Kemenkeu kata dia juga berhasil menjaga opini wajar tanpa pengecualian (WTP) dari BPK dengan 10 kali untuk LKPP dan LK BUN, serta 15 kali untuk LK BA015. Peringkat kredit jangka panjang pun mampu dipertahankan di level BBB degan perbaikan tata kelola pembiayaan.
Komitmen pembiayaan dalam bentuk pendanaan infrastruktur pun ia sebut telah diperoleh Rp 303 triliun dari Asian Infrastructure Investmenet Bank (AIIB) dan panda bond mendapat rating tertinggi AAA dari lembaga pemeringkat.
"Perbaikan pengelolaan APBN juga terus dilakukan antara lain melalui reformasi sistem perpajakan dan bea cukai, percepatan belanja dengan fokus pada program yang beri multiplier effect bagi pertumbuhan dan kesejahteraan, serta menjaga defisit dan utang dalam batas aman," papar Purbaya.
(arj/arj)
[Gambas:Video CNBC]

6 hours ago
7

















































