Jakarta, CNBC Indonesia - Raksasa otomotif Jerman, Volkswagen (VW), memperkirakan total biaya pemutusan hubungan kerja (PHK) dan potensi penutupan pabriknya akan mencapai sekitar 16 miliar euro (Rp334,4 triliun). Langkah ekstrem ini merupakan bagian dari pakta restrukturisasi bersejarah yang telah disepakati pada pekan lalu.
Mengutip Reuters, Jumat (11/09/2026), produsen mobil terbesar di Eropa tersebut kini resmi memulai restrukturisasi terbesarnya sepanjang masa. Perusahaan berdalih bahwa keputusan drastis ini dipicu oleh pertarungan eksistensial melawan ketatnya persaingan dari China, tarif yang mencekik, serta masalah kelebihan kapasitas.
Rencana perombakan besar-besaran ini mencakup pencarian alternatif untuk empat pabrik di Jerman yang diproyeksikan akan kehabisan model untuk diproduksi selama dekade berikutnya. Lebih lanjut, perusahaan juga bersiap untuk melakukan pengurangan sekitar 50.000 posisi tambahan dari yang telah direncanakan sebelumnya.
Menanggapi bocornya informasi yang pertama kali dilaporkan oleh majalah Jerman Der Spiegel ini, seorang juru bicara Volkswagen menolak untuk memberikan komentar resmi mengenai rincian biaya tersebut.
Di sisi lain, seorang sumber anonim yang mengetahui masalah ini membeberkan secara rinci kepada Reuters bahwa penghentian produksi secara bertahap di pabrik Emden dan Zwickau akan menelan biaya masing-masing sebesar 1 miliar euro (Rp20,9 triliun). Sementara itu, beban masing-masing sebesar 2 miliar euro (Rp41,8 triliun) akan ditanggung untuk penutupan pabrik Neckarsulm dan Hanover.
"Sekitar 10 miliar euro (Rp209 triliun) akan disisihkan untuk biaya yang berkaitan dengan pemangkasan hingga 60.000 pekerjaan di seluruh dunia," ungkapnya.
(luc/luc)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
3

















































