Robert Kiyosaki Bagi Cara Cepat Kaya Raya, Kontroversial-Tak Bisa Asal

12 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Penulis buku Rich Dad Poor Dad, Robert Kiyosaki sering memberikan saran investasi yang unik. Banyak pengikutnya berasal dari kalangan milenial dan Gen Z yang berkeinginan untuk cepat meraih kekayaan.

Beberapa saran dari Kiyosaki memang terbukti bermanfaat dan memberikan dampak positif. Meski begitu, ada pula nasihatnya yang dianggap tidak cocok untuk semua orang sehingga perlu disikapi dengan lebih hati-hati.

Salah satu prinsip yang paling populer adalah orang kaya tidak bekerja demi uang, melainkan membuat uang bekerja untuk mereka. Pandangan ini mengajarkan bahwa uang seharusnya menjadi alat untuk mencapai kebebasan finansial, bukan sekadar tujuan akhir.

CEO dan pendiri Real Entrepreneur Women, Sophie Musumeci, menyebut ajaran Kiyosaki ini sebagai titik balik dalam hidupnya. "Mayoritas perempuan yang saya bantu diajari untuk menukar waktu dengan uang - itu melelahkan dan membatasi," ujarnya.

Menurut Musumeci, penting bagi kelas menengah untuk membangun aset, bukan sekadar pendapatan. Perubahan pola pikir ini disebut sebagai langkah awal menuju kemandirian finansial yang sesungguhnya.

Nasihat lain yang kontroversial datang dari pernyataan Kiyosaki bahwa rumah bukanlah aset. Meskipun rumah dapat meningkatkan kekayaan secara nilai, Kiyosaki berpendapat rumah pribadi tidak menghasilkan pendapatan dan karenanya tak bisa disebut aset sejati.

Neal K. Shah, Chairman di Counterforce Health, menyebut pandangan ini sebagai kritik yang perlu terhadap kebijaksanaan konvensional. "Jika aset harus menghasilkan pendapatan, dan liabilitas justru menguranginya, maka banyak keluarga sebenarnya lebih miskin dari yang mereka kira," kata Shah.

Namun tidak semua pandangan Kiyosaki bisa diterima begitu saja. Salah satunya adalah klaim bahwa "kaya dan miskin ditentukan karena pelajaran uang diajarkan di rumah, bukan di sekolah".

Kiyosaki menilai, keluarga adalah sumber utama pemahaman finansial, dan untuk berubah, seseorang harus belajar dari pengalaman menggunakan utang. Namun, Musumeci mengingatkan, tidak semua orang siap mengambil risiko tersebut.

"Memang benar bahwa utang bisa menjadi alat yang kuat di tangan yang tepat, tapi ini bukan solusi serba cocok untuk semua orang," jelas Musumeci. Ia menekankan pentingnya edukasi dan pendampingan, terutama bagi perempuan yang sedang membangun kembali kestabilan finansialnya.

Bagi Musumeci, kunci dari mengikuti nasihat Kiyosaki adalah kebijaksanaan dalam menerapkannya.

"Prinsip-prinsip Kiyosaki sangat kuat, tapi harus dijalankan dengan strategi, dukungan, dan sesuai dengan fase kehidupan yang tepat," ujarnya.

(dce)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |