Waspada! 4 Wilayah RI Ini Terancam Krisis Air bersih

5 hours ago 5

Jakarta, CNBC Indonesia - Puncak musim kemarau diprediksi mulai masuk pada Agustus mendatang. Musim kemarau tahun ini diprakirakan jadi yang terpanjang, dengan sejumlah daerah berpotensi mengalami krisis air bersih.

Pada bulan Maret, Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) sudah menyoroti sejumlah daerah yang berpotensi mengahadapi krisis air, terutama di Pulau Jawa.

"Jadi sebenarnya Indonesia kalau di rata-rata air itu masih aman. Tapi kalau kita lihat per pulau, per region, ini yang banyak kekurangan air ini ada di Pulau Jawa," kata Direktur Kehutanan dan Konservasi Sumber Daya Air Kementerian PPN/Bappenas Dadang Jainal Mutaqin dalam diseminasi Indonesia Environmental Outlook (IEO) 2026 pada Maret lalu, dikutip dari CNN Indonesia, Sabtu (30/5/2026).

Lebih jauh, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyampaikan musim kemarau tahun ini diprediksi akan terjadi dengan sifat lebih kering dari biasanya (bawah normal) pada sebagian besar Zona Musim (64,5%). Kondisi ini dapat mengganggu ketersediaan air bagi kebutuhan rumah tangga.

Berdasarkan sejumlah sumber, berikut adalah empat wilayah di Pulau Jawa yang terpantau menghadapi risiko tinggi krisis pasokan air bersih:

1. DKI Jakarta

Data Diseminasi Environmental Outlook dari Bappenas menunjukkan menjadi salah satu wilayah di Pulau Jawa dengan isu ketersediaan air yang kritis.

Pemicu kehilangan akses air bersih di Jakarta adalah kombinasi dua faktor teknis, yaitu ekstraksi air tanah secara masif yang mempercepat penurunan muka tanah, serta polusi tinggi yang mengontaminasi sumber-sumber air permukaan.

2. Jawa Barat

Menurut prediksi BMKG, sebagian besar wilayah Jawa Barat akan memasuki musim kemarau dengan sifat hujan yang masuk dalam kategori bawah normal atau lebih kering.

Sebesar 93% wilayah di Jawa Barat bakal mengalami sifat hujan di bawah normal ketika musim kemarau. Berarti, curah hujan bakal lebih rendah dibandingkan rata-rata normalnya, sehingga musim kemarau tahun ini lebih kering dibanding biasanya.

Wilayah yang diprediksi mengalami kondisi tersebut di antaranya Kota Bandung, Kota Tasikmalaya, Cianjur, Sukabumi, Cirebon, dan Kuningan.

3. Jawa Tengah

Berdasarkan pemetaan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah, ada sejumlah daerah berpotensi mengalami kekeringan pada musim kemarau 2026. Identifikasi wilayah rawan itu berdasarkan pengalaman kekeringan pada tahun-tahun sebelumnya, seperti Grobogan, Blora, Rembang, Sragen, Klaten, Pemalang, hingga Wonogiri.

Guna mengantisipasi dampaknya, pemerintah daerah Jawa Tengah sudah menyiapkan cadangan air bersih hingga 123 juta liter.

4. Jawa Timur

Secara spesifik, Bappenas memasukkan Jawa Timur sebagai provinsi dengan tingkat kerawanan tinggi terhadap krisis air bersih regional.

Tekanan terhadap suplai air bersih di Jawa Timur tak terlepas dari tingginya alokasi sektor pertanian yang menyerap hingga 80% dari total volume air nasional, berkejaran dengan pemenuhan kebutuhan domestik di pusat-pusat industri selama periode defisit curah hujan.

(pgr/pgr)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |