Amalia Zahira, CNBC Indonesia
14 May 2026 13:45
Jakarta, CNBC Indonesia - Dominasi perusahaan swasta di luar angkasa semakin terlihat jelas. Jika dulu satelit identik dengan proyek pemerintah dan lembaga antariksa negara, kini perusahaan komersial justru menjadi pemain utama dalam ekonomi ruang angkasa global.
Dari internet satelit hingga pemantauan bumi, infrastruktur orbital kini menjadi tulang punggung berbagai industri modern, mulai dari telekomunikasi hingga pertahanan.
SpaceX Kuasai Orbit Global
Perusahaan milik Elon Musk, SpaceX, tercatat sebagai operator satelit terbesar di dunia dengan 10.262 satelit aktif. Jumlah tersebut jauh melampaui pesaing terdekatnya, OneWeb, yang hanya mengoperasikan 632 satelit.
Skala besar yang dimiliki SpaceX sebagian besar berasal dari proyek internet satelit Starlink. Jaringan ini sendiri menyumbang sekitar dua pertiga dari total 15.447 satelit dalam dataset tersebut.
Hal ini terjadi karena keunikan model bisnis Starlink yang berbeda dari generasi satelit sebelumnya. Alih-alih mengandalkan sedikit satelit bernilai tinggi, Starlink menggunakan ribuan satelit kecil dalam jumlah besar untuk menciptakan jaringan internet global.
Dominasi ini menunjukkan betapa cepatnya jaringan satelit swasta berkembang dalam beberapa tahun terakhir. Bahkan, total satelit milik organisasi publik seperti NASA dan militer berbagai negara kini relatif kecil dibanding pemain komersial.
Ekonomi Antariksa Jadi Tema Investasi Baru
Pesatnya pertumbuhan jaringan satelit komersial juga membuka peluang investasi baru di sektor antariksa. Pengembangan ekosistem ekonomi ruang angkasa mencakup sistem peluncuran roket, layanan berbasis data satelit, hingga teknologi komunikasi generasi baru.
Kini, ekonomi antariksa sudah merambah sektor logistik, pertanian, pertahanan, dan komunikasi. Karena itu, investor kemungkinan akan semakin mencari peluang investasi pada perusahaan-perusahaan yang mendukung tren tersebut.
(mae/mae)
Addsource on Google

4 hours ago
2
















































