Buru Baju Lebaran, Gamis Bini Orang Masih Jadi Tren di Tanah Abang?

2 hours ago 3

Jakarta, CNBC Indonesia - Deretan manekin di sejumlah kios pakaian di Pasar Tanah Abang tampak kompak memajang model gamis berbahan brokat dengan bordir bunga yang sedang tren menjelang Lebaran tahun ini.

Berdasarkan pantauan CNBC Indonesia di Blok A Pasar Tanah Abang, Jakarta Pusat, Selasa (10/3/2026), hampir di setiap lorong pusat grosir tersebut, model busana serupa terlihat menggantung di etalase maupun dikenakan manekin di depan toko. Para pedagang menyebut model ini sebagai gamis 'bini orang', sebutan yang tengah populer di kalangan pembeli dan pedagang untuk menggambarkan model gamis yang sedang banyak diburu tersebut.

Gamis 'bini orang' umumnya hadir dengan potongan longgar hingga mata kaki, dipadukan dengan kain brokat bertekstur yang dihiasi bordir motif floral. Pilihan warnanya beragam, mulai dari dusty pink, krem, biru muda, ungu, hingga hitam.

Pada beberapa model, bagian luar menggunakan lapisan brokat dengan sulaman bunga berwarna emas atau krem yang tampak timbul, sementara bagian bawah dilengkapi rok berbahan tile atau renda sehingga memberi kesan bertumpuk dan elegan.

Detail pada bagian lengan juga dibuat lebih menonjol dengan potongan panjang serta tambahan aksen renda atau ruffle di bagian ujungnya. Tampilan yang anggun namun tetap sederhana membuat model gamis ini banyak diminati untuk busana Lebaran. Tak heran jika hampir sebagian besar kios di kawasan Pasar Tanah Abang memajang gamis 'bini orang' di etalase mereka, untuk menarik perhatian pengunjung yang lalu lalang di lorong pusat grosir tersebut.

Untuk harganya, gamis ini dibanderol mulai dari Rp250 ribu hingga Rp350 ribu, tergantung model. Pedagang menjelaskan, untuk model gamis 'bini orang' tanpa rompi terpisah biasanya dijual sekitar Rp250 ribu, sementara model yang dilengkapi rompi brokat terpisah dibanderol lebih tinggi, yakni sekitar Rp350 ribu.

Meski sedang tren dan banyak dipajang pedagang, ternyata tidak semua pengunjung Pasar Tanah Abang tertarik membeli model gamis tersebut.

Salah satunya Yovita, pengunjung yang mengaku tidak mencari gamis 'bini orang'. Ia justru memilih model yang lebih sederhana dengan harga lebih terjangkau.

"Oh engga, kalau saya baju-baju bagus buat apa, kepakainya sekali doang, di rumah gak bisa kepakai," kata Yovita, salah seorang pengunjung, saat ditemui CNBC Indonesia di lokasi.

Ia mengaku lebih memilih gamis dengan harga sekitar seratus ribuan yang bisa dipakai lebih sering.

"Ini saya cari kayak gamis Armani saja, yang cuma Rp100 ribuan, bisa ditawar Rp90 ribu," ujarnya.

Hal serupa juga diungkapkan Lita, pengunjung lainnya. Ia mengaku sengaja tidak membeli model gamis yang sedang tren tersebut.

"Nggak suka gamis itu (bini orang), saya malu pakainya, karena kan dia lagi ngetren, jadi pasti banyak yang pakai. Malu ah, nggak pede pakainya kalau ada yang samaan," kata Lita sambil tertawa.

Menurutnya, ia justru lebih nyaman mengenakan gamis dengan model yang sederhana.

"Iya, saya cari gamis yang biasa-biasa saja. Soalnya kalau ngetren gitu saya gak pede," tutur dia.

Pengunjung lainnya, Selin, juga mengaku tidak tertarik dengan model gamis 'bini orang'. Selain terlihat rumit, ia menilai model tersebut kurang nyaman dipakai.

"Nggak (cari gamis bini orang), saya mah nggak demen model begitu. Keliatannya sudah ribet dan gerah," ujarnya.

Selin mengatakan dirinya lebih memilih gamis dengan warna netral agar masih bisa digunakan usai momentum Lebaran.

"Saya cari gamis yang netral saja, jadi bisa dipakai lagi setelah Lebaran, kayak gamis putih atau krem gitu, yang nggak ribet," kata dia.

Fenomena ini menunjukkan, meski gamis 'bini orang' tengah menjadi tren dan mendominasi etalase banyak kios di Pasar Tanah Abang, selera pembeli tetap beragam. Sebagian pengunjung tertarik mengikuti tren busana Lebaran, sementara lainnya justru memilih model yang lebih sederhana, nyaman, dan bisa digunakan kembali setelah momen hari raya berlalu.

Pantauan kondisi Pasar Tanah Abang H-10 Lebaran, Selasa (10/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)Foto: Pantauan kondisi Pasar Tanah Abang H-10 Lebaran, Selasa (10/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)
Pantauan kondisi Pasar Tanah Abang H-10 Lebaran, Selasa (10/3/2026). (CNBC Indonesia/Martyasari Rizky)

Asal Mula Gamis 'Bini Orang'

Gamis wanita dengan sebutan "gamis bini orang" belakangan viral di media sosial dan menjadi salah satu tren busana muslim untuk Lebaran 2026. Popularitas model pakaian ini bahkan disebut ikut menarik kembali keramaian di Pasar Tanah Abang, yang sebelumnya sempat sepi pengunjung.

Nama "gamis bini orang" sendiri bermula dari sebutan yang dipopulerkan para pedagang di Pasar Tanah Abang. Istilah yang terdengar unik dan nyeleneh itu kemudian ramai diperbincangkan di media sosial, khususnya TikTok, sehingga makin dikenal luas oleh masyarakat.

Di kalangan pedagang, istilah tersebut juga menjadi bagian dari strategi pemasaran. Dengan menyebut "gamis bini orang", pembeli langsung mengetahui model gamis yang dimaksud, yakni busana panjang dengan tampilan yang terkesan lebih dewasa dan elegan saat dikenakan.

Salah satu pedagang di Pasar Tanah Abang, Wawan, mengatakan awalnya model tersebut sebenarnya memiliki nama lain, yakni gamis Inara.

"Sebenarnya namanya gamis Inara, cuma Inara-nya jadi bini orang. Jadilah gamis bini orang," kata Wawan dengan bercanda saat ditemui CNBC Indonesia.

Menurut Wawan, sebutan gamis bini orang kemudian semakin populer setelah ramai dibicarakan di TikTok.

"Ya ramai karena diviralin di TikTok, awalnya ya strategi pedagang, cuma mungkin ada yang dengar, terus penasaran, direkam dan di-upload ke TikTok, jadilah viral," jelasnya.

Meski begitu, tidak semua pedagang menggunakan istilah tersebut secara langsung. Sebagian memilih menyebutnya dengan istilah yang dianggap lebih halus.

"Kalau yang lain bilangnya gamis bini orang, saya sebut lebih halus saja, gamis istri orang," ujar Mira, pedagang lain di Pasar Tanah Abang.

Di sisi lain, para pembeli juga ikut memberi sebutan tersendiri untuk model gamis yang tengah populer tersebut.

"Lama-lama, ada istilah gamis pelakor," kata Diah, salah satu pembeli di Pasar Tanah Abang.

(wur)

Add as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |