Dari Jualan Cokelat, Orang Ini Jadi Sosok Terkaya di Italia

5 hours ago 4

Jakarta, CNBC Indonesia - Nama Giovanni Ferrero secara konsisten masuk dalam daftar miliarder dunia versi Forbes dan saat ini menjadi orang kedua terkaya di Italia.

Dengan kekayaan bersih sebesar US$47,3 miliar, Giovanni menduduki posisi ke-38 orang terkaya di dunia berkat bisnis makanan dan cokelat melalui Ferrero Group.

Ia merupakan sosok di balik produk cokelat terpopuler di dunia, yaitu Nutella, Kinder, Ferrero Rocher, TicTac, dan Butterfinger.

Giovanni mengambil alih kepemimpinan Ferrero Group sebagai CEO tunggal setelah saudaranya Pietro Ferrero meninggal dunia pada 2011.

Setelah Michele Ferrero wafat pada 2015, Giovanni mengambil alih kendali penuh perusahaan sebagai Executive Chairman.

Pada tahun yang sama, dia mengakuisisi perusahaan cokelat asal Inggris, Thornton senilai US$170 juta atau sekitar Rp2,6 Triliun.

Setelah itu pada 2018, usai melepaskan titel CEO-nya untuk berfokus pada posisi Executive Chairman, laki-laki berkebangsaan Italia ini membeli Butterfinger dan unit bisnis permen Nestle, Babyruth senilai US$2,8 miliar atau Rp43 triliun.

Selain berbisnis, sosok yang telah memiliki dua anak ini juga seorang novelis yang telah menerbitkan delapan buku. Diketahui, ia adalah sosok yang sangat menutup rapat kehidupan personalnya dari publik.

Fondasi Ferrero dibangun pada masa Perang Dunia II ketika Pietro Ferrero mengembangkan produk berbahan hazelnut sebagai alternatif cokelat yang langka. Ferrero kemudian berkembang menjadi salah satu perusahaan cokelat terbesar di dunia beberapa dekade setelah perang berakhir.

Sejarah mencatat sepak terjang bisnis Ferrero dimulai dalam bayang-bayang Perang Dunia I. Pada tahun 1923, setelah bertugas di militer, Pietro Ferrero membuka toko kue di Dogliani, di barat laut Italia. Setahun setelahnya, Pietro menikah dengan Piera Cillario dan melahirkan seorang putra bernama Michele Ferrero pada tahun 1925, yang merupakan ayah dari Giovanni.

Keluarga itu menghabiskan beberapa dekade dan memutuskan untuk berpindah antar kota. Kemudian, pada tahun 1938, ia pindah ke Afrika Timur dengan rencana untuk menjual biskuit kepada pasukan Italia yang dikirim ke sana oleh Mussolini.

Pada saat Perang Dunia II dimulai, keluarga Ferrero menetap di bukit-bukit Alba. Di sanalah Pietro menemukan kesuksesan terbesarnya. Atas dorongan adik laki-lakinya, ia mulai bereksperimen dengan alternatif yang lebih murah daripada cokelat, sebuah kemewahan yang tidak terjangkau di Italia pada masa perang.

Setiap tahun, seperti dikutip dari Fine Dining Lovers, selai cokelat Nutella bisa terjual hingga US$ 19 miliar. Hasilnya, Nutella pun berhasil menjadi selai cokelat hazelnut yang paling terkenal di dunia.

(mkh/mkh)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |