Ini Rincian Tagihan Utang RI, Berapa yang Harus Dibayar?

2 hours ago 1

Elvan Widyatama,  CNBC Indonesia

30 July 2026 16:10

Jakarta, CNBC Indonesia - Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) mencatat beban pembayaran kewajiban utang pemerintah mencapai Rp567,60 triliun sepanjang 2025. Nilainya meningkat Rp43,45 triliun atau 8,29% dibandingkan 2024 yang sebesar Rp524,15 triliun.

"Beban Pembayaran Kewajiban Utang Tahun 2025 mengalami kenaikan sebesar Rp43.448.708.300.990 atau 8,29%," sebagaimana tertulis dalam Laporan Keuangan Pemerintah Pusat (LKPP) 2025 yang telah diaudit. 

Dari total tersebut, komponen terbesar berasal dari Beban Bunga SBN sebesar Rp505,08 triliun. Nilainya meningkat dari Rp472,55 triliun pada 2024.

Selanjutnya, Beban Bunga Instrumen Pinjaman mencapai Rp49,31 triliun, naik dari Rp40,60 triliun. Sementara Beban Diskon yang Menambah Beban Bunga tercatat sebesar Rp13,21 triliun dari sebelumnya Rp10,99 triliun.

BPK mencatat kenaikan terbesar terdapat pada komponen Beban Pembayaran Bunga Obligasi Negara - Rupiah. Komponen tersebut naik sebesar Rp19,74 triliun atau 5,86% dari Rp337,02 triliun menjadi Rp356,77 triliun.

Untuk komponen SBN lainnya, Beban Pembayaran Imbalan SBSN - Jangka Panjang mencapai Rp81,47 triliun dari sebelumnya Rp76,09 triliun.

Beban Pembayaran Bunga Obligasi Negara-Valas tercatat sebesar Rp48,68 triliun, naik dari Rp43,91 triliun. Sementara Beban Pembayaran Imbalan SBSN - Jangka Panjang Valas mencapai Rp17,45 triliun dari sebelumnya Rp14,86 triliun.

Pada kelompok instrumen pinjaman, Beban Bunga Pinjaman Program mencapai Rp21,97 triliun dari sebelumnya Rp18,01 triliun. Beban Bunga Pinjaman Proyek tercatat sebesar Rp18,86 triliun, naik dari Rp14,79 triliun.

Beban Pembayaran Bunga Pinjaman Dalam Negeri juga meningkat dari Rp2,66 triliun menjadi Rp3,38 triliun.

LKPP turut menjelaskan adanya perbedaan antara nilai beban bunga dalam Laporan Operasional dan pembayaran bunga utang dalam Laporan Realisasi Anggaran.

Beban Pembayaran Kewajiban Utang dalam Laporan Operasional mencapai Rp567,60 triliun. Sementara Belanja Pembayaran Bunga Utang dalam Laporan Realisasi Anggaran tercatat sebesar Rp514,39 triliun.

Perbedaan tersebut disebabkan oleh pengakuan dan pencatatan kontribusi Bank Indonesia sebagai pendapatan, pengakuan beban bunga atas utang bunga, serta beban diskon Surat Berharga Negara pada 2025.

Beban Diskon yang Menambah Beban Bunga tercatat meningkat Rp2,21 triliun atau 20,14% menjadi Rp13,21 triliun. Nilai tersebut mencakup beban diskon atas SBN jangka pendek, yakni Surat Perbendaharaan Negara dan Surat Perbendaharaan Negara Syariah.

CNBC INDONESIA RESEARCH

[email protected]

(evw/evw)

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |