Jakarta, CNBC Indonesia - Anggota keluarga kerajaan Saudi, Pangeran Al Waleed bin Talal Al Saud membeli 5% saham di produsen mobil listrik Lucid Motors. Kabar ini di tengah rumor perusahaan tengah menghadapi kesulitan pendanaan dan akan bangkrut.
Dokumen yang diajukan ke Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (AS) mencatat Pangeran Al Waleed membeli lebih dari 19 juta saham. Pihak perusahaan memilih tidak mengomentari investasi yang berasal dari individual.
"Kami tidak berkomentar mengenai investasi individual, namu menyadari dan menghargai kepercayaan independen tersebut," kata kepala bagian komunikasi Lucid Motors, Nick Twork, dikutip dari Tech Crunch, Rabu (29/7/2026).
Saham mayoritas Lucid Motors dimiliki Dana Investasi Publik atau PIF Arab Saudi. Pada 2021, PIF telah mengantongi 60% saham perusahaan sejak bergabung dengan perusahaan akuisisi tujuan khusus.
Al Waleed bin Talal Al Saud. (via middleeasteye.net) Foto: Al Waleed bin Talal Al Saud. (via middleeasteye.net)
Arab Saudi juga tetap menjadi sumber uang utama bagi Lucid Motors usai IPO. Negara itu membeli saham hingga meminjamkan miliar dolar untuk bisa menjangkau pasar AS dan luar negeri.
Sementara itu, pertengahan bulan ini muncul rumor yang menyebut Lucid tengah mempertimbangkan untuk mengajukan perlindungan kebangkrutan. Pihak perusahaan telah membantah laporan tersebut.
Pembelian saham oleh pangeran Arab terjadi saat perusahaan juga sedang melakukan restrukturisasi besar-besaran. Yakni melakukan PHK besar-besaran sepanjang tahun ini.
Awal tahun 2026, Lucid telah melakukan PHK sebelum Silvio Napoli naik menjadi CEO Lucid terbaru. Di bawah kepemimpinan Napoli yang belum setahun Lucid juga kembali memangkas hingga 18% pekerjanya di bulan Juni lalu.
Aksi pemangkasan karyawan yang terakhir di sebut untuk melakukan penyederhanaan perusahaan.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

2 hours ago
1
















































