Jakarta, CNBC Indonesia - Beberapa petinggi raksasa teknologi sudah beberapa kali meramalkan era berakhirnya dominasi HP sebagai perangkat sehari-hari. Dua di antaranya adalah Elon Musk dan Zuckerberg.
Musk sempat berucap di akun media sosialnya bahwa manusia di masa depan tak akan lagi membawa HP ke mana-mana, melainkan langsung tersambung ke chip di dalam otak. Konsep ini sudah ia telurkan melalui startup Neuralink yang ia dirikan.
Berbeda dengan Musk, Zuckerberg menilai kacamata pintar (smart glasses) yang akan menjadi pengganti HP sebagai perangkat sehari-hari di masa depan. Sudah banyak pabrikan yang menelurkan smart glasses, misalnya Apple melalui Vision Pro, Snap melalui Specs, dan Meta melalui Ray-Ban Meta dan Oakley Meta.
Sayangnya, adopsi smart glasses selama ini masih terbatas karena harganya yang relatif mahal. Namun, agaknya Meta berambisi untuk membawa akses smart glasses-nya ke pasar yang lebih luas.
Dikutip dari Reuters, Rabu (24/6/2026), Meta dan EssilorLuxottica baru saja meluncurkan smart glasses AI dengan harga terjangkau. Perangkat tersebut dibanderol mulai US$299 (Rp5,3 juta), jauh lebih murah dibandingkan Ray-Ban Display yang dibanderol US$800 (Rp14,3 jutaan).
Meta sudah menginvestasikan miliaran dolar AS untuk mewujudkan 'intelijen personal', yakni gadget super canggih yang bertujuan membawa beragam manfaat AI ke pengguna personal.
Meskipun dikembangkan bersama Luxottica, seri smart glasses terbaru Meta dengan harga terjangkau ini adalah yang pertama dirilis tanpa kolaborasi dengan merek fesyen kawakan seperti Ray-Ban dan Oakley.
Meta Glasses AI Foto: Meta
Smart glasses murah Meta hadir dalam beragam warna dan bentuk, termasuk tampilan bingkai bulat, serta bingkai oval tipis yang merupakan hasil kolaborasi dengan Kylie Jenner.
Seri smart glasses ini juga merupakan AI glasses pertama dari Meta yang diluncurkan dengan Meta AI yang ditenagai Muse Spark. Sebagai informasi, Muse Spark merupakan model pertama yang dihasilkan Superintelligence Labs.
Pengapalan smart glasses global mencapai 9,6 juta unit pada tahun lalu. Meta memimpin pasar ini dengan market share 76,1%, menurut firma riset IDC.
Pengumuman Meta Glasses ini datang seminggu setelah pemilik Snap meluncurkan kacamata augmented reality (AR) dengan harga yang cukup mahal yaitu US$2.195 (Rp39 jutaan). Namun, kacamata Snap melapisi konten digital ke pandangan dunia nyata pengguna, sementara kacamata Meta memungkinkan tampilan teks dan interaksi AI.
(fab/fab)
Addsource on Google

1 hour ago
2

















































