Jakarta, CNBC Indonesia - Kepala ilmuwan OpenAI, Jakub Pachocki meminta untuk berhati-hati pada AI. Ucapan itu dilakukannya tak lama setelah perusahaan merilis model teranyar GPT-6 Astra.
Dalam tulisannya berjudul An Alien Mind, dia mengatakan kehatian-hatian diperlukan menghadapi kemajuan AI yang tidak terkendali. Intervensi juga perlu dilakukan memastikan manusia tetap memegang kendali.
"Saya khawatir tidak seorangpun siap menghadapi konsekuensi peningkatan pesat kecerdasan mesin yang berkelanjutan," dia menjelaskan dikutip dari BBC, Kamis (10/9/2026).
Pachocki juga mengatakan dunia tengah menghadapi transisi pada mesin cerdas. Di saat bersamaan, manusia perlu memastikan transisi berjalan dengan baik.
OpenAI, dia menjanjikan bakal terus membangun sistem pertahanan dan mencarikan solusi terbaik bagi semua pihak.
Salah satu prioritas utama perusahaan di masa depan adalah membangun 'peneliti AI otomatis'. Ini akan mengimbangi kemajuan AI dan memastikan peneliti manusia jadi bagian dalam proses tersebut.
Sementara itu, model GPT-6 Astra terbaru disebut sangat canggih dan memiliki performa superhuman. Kemampuannya mulai dari memproses file hingga bernavigasi web layaknya manusia, model raksasa ini justru memicu alarm darurat di sektor pertahanan digital.
Astra juga menjadi model pertama OpenAI yang melewati ambang batas kapabilitas keamanan siber kritikal di bawah kerangka kesiapsiagaan internal perusahaan.
Hal ini berarti Astra memiliki kapabilitas otonom dalam memindai, mendeteksi, hingga mengeksploitasi celah kerentanan keamanan dalam kondisi tertentu. Semua kemampuan tersebut bisa dilakukan tanpa ada campur tangan manusia sama sekali.
(dem/dem)
[Gambas:Video CNBC]

6 hours ago
2

















































