Tren Karyawan Manusia Diganti AI, Ini Daftar Perusahaan PHK 2026

1 hour ago 2

Jakarta, CNBC Indonesia - Gelombang pemutusan hubungan kerja atau PHK di industri teknologi terus berlangsung sepanjang 2026 dengan pola yang terlihat makin jelas. Jika sebelumnya pengurangan tenaga kerja kerap dipicu oleh tekanan ekonomi atau penyesuaian strategi bisnis, kini makin banyak perusahaan menggunakan AI sebagai alasan merumahkan ribuan karyawan sekaligus.

Menteri Ketenagakerjaan Yassierli sempat mengingatkan, perkembangan teknologi, termasuk AI, akan mengubah dunia kerja secara masif. Kemnaker siap memfasilitasi kebutuhan perusahaan terkait tenaga kerja agar pasar kerja lebih adaptif, inklusif, dan mampu menjawab perubahan.

"Semua tantangan ini harus kita hadapi bersama demi stabilitas pasar kerja nasional," ujarnya, beberapa waktu lalu.

PHK besar-besaran dengan alasan AI sudah memakan korban puluhan ribu karyawan di seluruh dunia. Laporan terbaru yang dirilis TechCrunch pada 22 Juni 2026 mencatat bahwa setidaknya 142 perusahaan teknologi global telah memangkas lebih dari 142.000 posisi pada kuartal pertama hingga kedua tahun ini.

Sekitar 68 persen dari jumlah tersebut secara eksplisit mencantumkan otomatisasi berbasis AI sebagai faktor pendorong dalam pengumuman resmi maupun dokumen keuangan mereka.

Berdasarkan data yang dikumpulkan jenis pekerjaan yang paling cepat tergantikan oleh sistem AI meliputi layanan pelanggan, pemrosesan dan pengolahan data, peninjauan konten, pembuatan dokumen standar hingga pengujian awal perangkat lunak.

Meski membawa dampak pada pengurangan jumlah karyawan perusahaan perusahaan tersebut menyatakan bahwa penerapan teknologi ini sekaligus membuka peluang baru bagi jenis pekerjaan yang membutuhkan pemikiran kritis, pengambilan keputusan strategis serta interaksi yang membutuhkan kepekaan dan pertimbangan manusia.

Berikut adalah daftar perusahaan yang melakukan PHK massal dan menggunakan AI sebagai alasan:

  • Cloudflare melakukan penyesuaian tenaga kerja pada Mei 2026 dengan melepaskan sekitar 1.100 orang atau setara 20 persen dari total karyawannya. Pemimpin perusahaan menyatakan langkah ini bukan sekadar upaya memotong biaya melainkan respon atas peningkatan produktivitas yang sangat signifikan berkat dukungan sistem kecerdasan buatan. Teknologi tersebut kini menangani berbagai tugas seperti pemrograman, pemantauan keamanan jaringan hingga layanan dukungan teknis dasar yang sebelumnya dikerjakan langsung oleh tim manusia.
  • Meta Platforms juga melakukan pengurangan jumlah karyawan secara bertahap sepanjang April hingga Mei 2026 dengan total mencapai 8.000 orang di seluruh dunia. Posisi yang dihapus sebagian besar berada di bidang moderasi konten, pelabelan data serta pengelolaan komunitas. Berdasarkan catatan internal satu sistem AI yang dikembangkan perusahaan mampu melaksanakan tugas yang setara dengan dua hingga tiga orang pekerja di bidang tersebut.
  • Google dan induknya Alphabet turut merestrukturisasi perusahaan pada periode Maret hingga April 2026 yang berdampak pada berkurangnya sekitar 4.100 tenaga kerja. Penerapan model AI andalan mereka Gemini memungkinkan peninjauan konten awal, penyusunan naskah materi iklan hingga analisis data pasar berjalan secara otomatis. Pengurangan jumlah karyawan paling terasa terjadi di divisi layanan awan dan tim pemasaran.
  • Amazon juga mencatat pemangkasan jumlah tenaga kerja yang cukup besar pada awal tahun 2026 dengan lebih dari 16.000 posisi dihapus. Langkah ini merupakan bagian dari perluasan sistem otomatisasi berbasis robot dan AI yang mengelola operasional gudang, mengatur alur rantai pasokan serta melayani layanan pelanggan tanpa perlu campur tangan manusia.
  • IBM melakukan penyesuaian yang berlangsung dari Januari hingga Maret 2026 dengan jumlah karyawan yang terdampak berkisar antara 5.800 hingga 7.800 orang. Bagian yang paling merasakan dampaknya adalah divisi layanan konsultasi. Sistem AI diklaim kini mampu menyusun materi presentasi, melakukan riset awal serta merangkum laporan teknis dalam waktu singkat. Akibatnya perusahaan hanya mempertahankan tenaga ahli dengan tingkat keahlian dan pengalaman yang lebih tinggi.
  • Salesforce juga mengurangi sekitar 6.200 karyawan selama periode Februari hingga Maret 2026. Perusahaan mengandalkan platform AI bernama Einstein untuk menangani komunikasi rutin dengan pelanggan, menyusun dokumen pendukung hingga membuat materi konten yang dibutuhkan sehari hari. Hal ini membuat kebutuhan akan tim pembuat konten dan administrasi berkurang secara nyata.
  • Accenture menyelesaikan penyesuaian tenaga kerja yang dimulai menjelang akhir 2025 dan berlanjut hingga awal 2026 yang memengaruhi sekitar 11.000 posisi. Penerapan kecerdasan buatan membuat pekerjaan analisis data, pengujian sistem serta penyusunan laporan berkala menjadi jauh lebih efisien sehingga mengurangi kebutuhan akan tenaga kerja di tingkat pemula dan menengah.
  • Oracle melakukan restrukturisasi besar besaran pada April 2026 yang berdampak pada pemutusan hubungan kerja bagi sekitar 30.000 orang atau setara 18 persen dari total tenaga kerjanya. Langkah ini diambil untuk mempercepat integrasi sistem otomatisasi berbasis kecerdasan buatan ke seluruh lini pengembangan perangkat lunak dan layanan yang diberikan kepada pelanggan.
  • Atlassian juga menyesuaikan jumlah karyawannya pada Maret 2026 dengan melepaskan sekitar 1.600 orang atau 10 persen dari total tenaga kerja. Asisten pengembangan perangkat lunak yang didukung kecerdasan buatan terbukti memangkas waktu yang dibutuhkan untuk menyelesaikan proses pembuatan dan pengujian aplikasi sehingga mengurangi kebutuhan akan insinyur di tingkat pemula.
  • Coinbase memberhentikan sekitar 14 persen tenaga kerjanya pada Mei 2026. Otomatisasi berbasis kecerdasan buatan yang diterapkan mampu menangani analisis pergerakan pasar, verifikasi transaksi keuangan serta merespons pertanyaan pelanggan secara mandiri sehingga membuat banyak posisi di bidang operasional tidak lagi dibutuhkan.

Para pengamat mengingatkan agar proses transisi ini disertai dengan program peningkatan keterampilan dan pelatihan ulang. Hal ini diperlukan agar tenaga kerja dapat beradaptasi dengan perubahan kebutuhan industri dan tetap memiliki daya saing di tengah semakin meluasnya penggunaan kecerdasan buatan.

Laporan TechCrunch menyimpulkan bahwa tantangan utama bukanlah menghadapi hilangnya pekerjaan secara keseluruhan melainkan memastikan bahwa manusia tetap relevan dan mampu memanfaatkan kemajuan teknologi tersebut secara berkelanjutan.

(dem/dem)

Add logo_svg as a preferred
source on Google

[Gambas:Video CNBC]

Read Entire Article
8000hoki online hokikilat online
1000hoki online 5000hoki online
7000hoki online 9000hoki online
800hoki download slot games 2000hoki download slot games
4000hoki download slot games 6000hoki download slot games
Ekonomi Kota | Kalimantan | | |