Jakarta, CNBC Indonesia - Banyak orang menganggap produk paling murah selalu identik dengan kualitas rendah atau berisiko. Padahal, untuk sejumlah kategori tertentu, versi ekonomis justru memiliki fungsi dan kualitas yang hampir sama dengan merek premium.
Laporan GoBankingRates menyebut konsumen yang menerapkan gaya hidup hemat (frugal) cenderung memangkas pengeluaran pada produk-produk yang tidak memiliki perbedaan kualitas signifikan, sehingga anggaran bulanan bisa ditekan tanpa mengorbankan manfaat nyata.
Sementara itu, platform psikologi finansial YourTango menekankan bahwa hidup hemat bukan berarti pelit, melainkan mencari nilai terbaik dalam jangka panjang, bukan sekadar harga termurah.
1. Garam dan Gula
Sebagai produk komoditas dengan komposisi sederhana, perbedaan antar merek umumnya hanya pada kemasan dan branding. Selama memenuhi standar keamanan pangan, versi termurah sudah memadai untuk kebutuhan sehari-hari.
2. Oat Polos
Plain oats tanpa tambahan rasa memiliki nilai gizi yang relatif sama di berbagai merek. Pilih produk ekonomis, namun tetap perhatikan label agar tidak mengandung tambahan gula atau perisa berlebih.
3. Air Mineral Kemasan
Faktor terpenting adalah izin edar dan standar keamanan. Selama berasal dari produsen resmi dan bersertifikasi, air kemasan dengan harga lebih rendah tetap aman dikonsumsi.
4. Sayur dan Buah Beku
Produk beku biasanya diproses segera setelah panen (flash frozen), sehingga kandungan nutrisinya tetap terjaga. Perbedaan harga seringkali hanya terkait merek dan distribusi.
5. Bumbu Kering
Rempah seperti lada, cabai bubuk, atau bawang kering relatif seragam kualitasnya. Versi ekonomis dapat dipilih selama tidak mengandung campuran tambahan yang tidak jelas.
6. Kebutuhan Rumah Tangga
Produk seperti tisu, pembersih, dan perlengkapan harian sering dibeli versi ekonomis oleh konsumen hemat. Strategi yang umum digunakan adalah membeli dalam jumlah besar serta memanfaatkan promo atau program loyalitas.
7. Mobil Baru
Untuk pengeluaran besar, prinsip frugal lebih menekankan nilai jangka panjang. Mobil baru langsung mengalami depresiasi setelah keluar dari diler, sehingga banyak konsumen memilih mobil bekas berkualitas untuk menghemat biaya.
8. Tiket Perjalanan
Hemat bukan berarti memilih yang paling murah secara impulsif. Perencanaan menjadi kunci, seperti memesan lebih awal, menghindari pembelian mendadak, dan memanfaatkan program loyalitas.
Berikut Tips untuk Belanja Murah Tanpa Menyesal
1. Tentukan Harga Wajar Pasar
Sebelum membeli, cek harga di beberapa toko berbeda. Tujuannya bukan mencari yang paling murah, tapi mengetahui harga normal pasar. Jika ada penawaran jauh di bawah harga rata-rata, anggap itu peringatan awal, bukan langsung peluang.
2. Prioritaskan Toko Resmi dan Reputasi
Belanja di:
-
Toko Resmi
-
Supermarket besar
-
Toko dengan reputasi tinggi
Harga boleh murah, tapi usahakan tetap punya garansi, bisa retur, dan jelas penjualnya.
3. Manfaatkan Momen Diskon
Orang hemat jarang beli di harga normal. Mereka menunggu:
-
Akhir bulan
-
Akhir musim
-
Promo besar (11.11, 12.12, Ramadan sale)
Diskon yang sehat biasanya datang dari stok lama atau strategi marketing, bukan karena kualitas jelek.
4. Bandingkan Harga per Satuan
Jangan tertipu ukuran kemasan. Selalu hitung:
-
Harga per gram
-
Harga per ml
-
Harga per unit
Sering kali kemasan besar terlihat mahal, tapi lebih murah secara riil.
5. Gunakan Kupon, Poin, dan Cashback
Kupon dan program loyalitas adalah cara paling aman untuk memangkas harga karena:
-
Tidak mengorbankan kualitas
-
Tidak mengubah produk
-
Potongan resmi dari penjual
6. Beli Banyak untuk Barang Tahan Lama
Cocok untuk:
-
Beras
-
Sabun
-
Tisu
-
Bumbu kering
Hindari pembelian dalam jumlah banyak untuk barang cepat rusak. Murah jadi mahal kalau akhirnya terbuang.
7. Terapkan Aturan Tunda 24 Jam
Kalau bukan kebutuhan mendesak, tunda beli satu hari. Gunanya:
-
Menghindari belanja impulsif
-
Memberi waktu membandingkan harga
-
Mengurangi efek "takut kehabisan promo"
8. Baca Ulasan Buruk Terlebih Dulu
Jangan langsung percaya rating tinggi. Fokus ke:
-
Komentar bintang 1-2
-
Masalah yang berulang
Kalau keluhannya konsisten, harga murah tidak relevan lagi.
9. Hitung Biaya Tersembunyi
Harga murah jadi mahal kalau:
-
Tidak bisa retur
-
Tidak ada garansi
-
Harus bolak-balik klaim
Orang frugal menghitung waktu, tenaga, dan stres sebagai biaya nyata.
(dag/dag)
[Gambas:Video CNBC]

3 hours ago
6

















































