Jakarta, CNBC Indonesia - Serangan militer Rusia kembali memanas dan menelan korban jiwa. Sedikitnya 21 orang tewas dalam rentetan serangan di berbagai kota Ukraina pada Selasa, di tengah tensi tinggi jelang rencana gencatan senjata dan peringatan Hari Kemenangan 9 Mei.
Presiden Ukraina Volodymyr Zelensky mengecam keras aksi tersebut dan menyebut Moskow bertindak dengan "sinisme total". Ia menilai serangan dilakukan tanpa alasan militer yang jelas, terutama di saat upaya penghentian sementara konflik tengah diupayakan.
Serangan menghantam sejumlah kota, termasuk Zaporizhzhia, Dnipro, dan Kramatorsk. Di Zaporizhzhia, wilayah dekat garis depan, 12 orang dilaporkan tewas. Zelensky menegaskan serangan itu "sama sekali tidak memiliki pembenaran militer".
Sementara di Dnipro, empat warga sipil dilaporkan tewas akibat serangan yang terjadi hanya beberapa jam sebelum tenggat usulan gencatan senjata dari Kyiv. Di Kramatorsk, lima orang tewas setelah serangan menghantam pusat kota.
"Serangan itu tepat mengenai pusat kota, menargetkan warga sipil," kata Zelensky, seraya memperingatkan jumlah korban bisa terus bertambah, seperti dikutip AFP. Rabu (6/5/2026).
Secara total, sedikitnya 70 orang terluka dalam serangan tersebut, yang disebut sebagai salah satu yang paling mematikan dalam beberapa pekan terakhir.
Zelensky pun mendesak sekutu internasional untuk bersikap tegas terhadap Moskow. "Kita membutuhkan keheningan dari serangan seperti ini setiap hari, bukan hanya beberapa jam untuk 'perayaan'," tegasnya.
Di sisi lain, Rusia tetap mendorong gencatan senjata terbatas untuk memperingati Hari Kemenangan Perang Dunia II pada 9 Mei, yakni momen penting yang kerap dijadikan ajang unjuk kekuatan militer.
Namun tahun ini, Kremlin dilaporkan menggelar parade dalam format lebih sederhana tanpa pameran alat utama sistem persenjataan, menyusul kekhawatiran potensi serangan balasan dari Ukraina.
Ketegangan juga meluas ke wilayah Rusia. Otoritas setempat melaporkan serangan drone Ukraina di kota Cheboksary menewaskan dua orang dan melukai 32 lainnya setelah menghantam sebuah blok apartemen.
Sementara itu, Ukraina terus menggencarkan serangan jarak jauh ke wilayah Rusia dalam beberapa pekan terakhir, termasuk ke fasilitas energi dan bangunan di Moskow. Kyiv menyebut langkah tersebut sebagai balasan atas serangan udara Rusia yang terus menghantam kota-kota mereka.
(tfa/tfa)
Addsource on Google

3 hours ago
3

















































